Seiring Usia yang Bertambah, Prioritas tentang Uang Ikut Berubah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Setiap harinya kita berurusan dengan uang. Menghasilkan uang hingga mengatur uang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Bahkan masing-masing dari kita punya cara tersendiri dalam memaknai uang. Dalam tulisan kali ini, Sahabat Fimela berbagi sudut pandang tentang uang yang diikutsertakan dalam Aku dan Uang: Berbagi Kisah tentang Suka Duka Mengatur Keuangan. Selengkapnya, yuk langsung simak di sini.

TERKAIT: Meski Sudah Menikah, Tetaplah Jadi Perempuan Mandiri dan Berpenghasilan Sendiri

TERKAIT: Benarkah Uang Bisa Membeli Pernikahan, Kehidupan, dan Loyalitas?

TERKAIT: Pengalamanku Bisa Membangun Usaha Sendiri yang Penghasilannya Lebih Besar

***

Oleh: Chelsea Carolina Gunawan

Uang tak bisa membeli kebahagiaan, tetapi segalanya membutuhkan uang. Semakin hari, aku merasakan bahwa uang menempati tempat prioritas dalam hidup.

Sebagai anak SMA yang sedang dalam masa ingin mencoba segalanya bisa diakui bahwa uang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sekadar membayar uang sekolah, membeli berbagai macam perlengkapan belajar, membeli segala hal yang berhubungan dengan hobi sehari-hariku, hangout dan malam mingguan yang tiada habisnya. Juga mencoba berbagai macam produk skincare yang ternyata tidak cocok dan akhirnya mulai berdebu di pojok lemari, dan segala macam keinginan seorang remaja lainnya.

Dulu aku tidak pernah memikirkan masalah uang. Setidaknya ada orang tua yang bersedia membelikanku apa saja dan tak pernah membicarakan uang. Tapi sekarang ini aku menyadari bahwa tidak selamanya orang tuaku bisa membiayai berbagai macam keinginanku.

Belajar Lebih Hemat

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Sirilukok
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Sirilukok

Aku mulai merasa tidak enak saat meminta uang untuk sekadar membeli barang murah. Aku sudah tahu bahwa pengeluaran mereka juga tidak kecil setiap bulannya dengan pemasukan yang tidak besar juga. Karena itu aku mulai menabung dan mengatur keuangan sendiri. Walaupun uang yang aku dapatkan tetap saja dari mereka, aku mulai menghemat dan akhirnya tabunganku bisa dibilang cukup banyak untuk anak SMA.

Aku mulai mengurangi jajan di luar rumah dan tidak lagi membeli barang-barang sepele yang sebenarnya tak begitu aku butuhkan. Jika dulu aku langsung mengambil barang yang kuanggap lucu, sekarang aku mulai memikirkan fungsi ke depannya.

Aku tidak mau menghabiskan uang untuk sesuatu yang tak begitu berguna. Aku bisa saja menggunakan uang itu untuk hal-hal yang lebih penting seperti membeli buku pelajaran atau skincare yang sudah habis tanpa meminta uang jajan lebih dari orang tua lagi. Sebentar lagi juga aku akan memasuki dunia kuliah yang pasti membutuhkan uang yang lebih banyak lagi. Maka dari itu, aku ingin meringankan beban orang tuaku dalam masalah keuangan dengan menghemat.

Dengan kemampuan yang kumiliki, aku mulai mencoba mengikuti berbagai macam perlombaan dengan harapan akan menambah sedikit uang jajanku. Walaupun belum ada yang kumenangkan, aku masih tetap berusaha untuk membanggakan orang tuaku. Karena aku masih bersekolah, aku belum bisa menghasilkan uang yang banyak. Sekarang ini aku masih belajar dengan giat agar suatu saat nanti aku dapat bekerja dan mendapat uang yang bisa kugunakan sendiri.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel