Sejarah Bali United, Berawal dari Samarinda Hingga Melantai di Bursa Efek Indonesia

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Denpasar - Sepak bola Bali sudah lama menggeliat dengan menghasilkan banyak pemain top. Beberapa di antaranya bahkan mampu menjadi andalan Timnas Indonesia sejak era 1990-an hingga akhirnya kini muncul Bali United.

Dulu ada keberadaan klub-klub seperti Perseden Denpasar, PS Badung, dan Persegi Gianyar. Sayang, nama-nama klub ini sudah tenggelam dan berkompetisi di kasta ketiga sepak bola Indonesia.

Sebagai gantinya, kini sudah muncul Bali United yang menjelma sebagai kekuatan baru di sepak bola tanah air. Dari sejarah, sebenarnya klub berjulukan Serdadu Tridatu ini masih belum berdiri lama.

Bali United kerap disebut sebagai klub “siluman”. Istilah ini kerap disematkan suporter dari klub lain lantaran Bali United merupakan hasil akuisisi dari klub asal Samarinda, Kalimantan Timur, Persisam Samarinda pada 2014 lalu.

Pengusaha sukses, Pieter Tanuri, merupakan sosok di balik akuisisi Persisam itu. Sempat terpikir membuat klub di Yogyakarta, Pieter akhirnya memilih Bali sebagai markas timnya. Bali United kemudian resmi terbentuk pada 15 Februari 2015.

Dibentuklah nama Bali United yang menempati Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Tidak butuh waktu lama buat Bali United dalam mencuri hati masyarakat Bali.

Dengan tampil di kompetisi elite Indonesia saja sudah menjadi kebanggaan buat masyarakat Bali. Maklum, sepak bola Bali sudah vakum di kompetisi elite karena tak mampu mengirimkan wakil ke kasta tertinggi.

Mulanya, Bali United ditangani oleh Indra Sjafri saat TSC 2016. Dalam kompetisi tak resmi ini, mereka harus puas menghuni peringkat ke-12 klasemen akhir. Indra Sjafri akhirnya hengkang pada awal 2017 karena kembali menangani Timnas Indonesia U-19.

Liga 1 2017 menjadi debut Bali United di kompetisi resmi Indonesia. Ketika itu, di bawah asuhan Widodo Cahyono Putro, mereka berhasil menjadi runner-up karena hanya kalah head-to-head dari Bhayangkara FC yang jadi kampiun.

Musim ini sebenarnya mereka berpeluang besar menjadi juara. Namun, ada satu insiden yang membuat Bhayangkara kemudian mendapat tambahan poin sehingga The Guardians berhak atas trofi kasta tertinggi.

Bali United kemudian mendatangkan nama-nama berkualitas untuk memperkuat tim. Sebut saja Ilija Spasojevic dan Stefano Lilipaly yang kini menjadi tulang punggung tim. Perlahan tetapi pasti, Bali United berhasil mengeja menjadi kekuatan baru di Indonesia.

Perlahan tapi Pasti Jadi Klub Papan Atas

Penyerang Bali United, Ilja Spasojevic (tengah) melakukan selebrasi usai menjebol gawang Persiraja Banda Aceh dalam pertandingan Babak Penyisihan Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Senin (29/3/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Penyerang Bali United, Ilja Spasojevic (tengah) melakukan selebrasi usai menjebol gawang Persiraja Banda Aceh dalam pertandingan Babak Penyisihan Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Senin (29/3/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Kesuksesan bukan saja dengan membentuk tim juara. Sebagai klub “pendatang”, Bali United sangat dicintai warga Bali. Serdadu Tridatu menjadi kebanggaan lain, setelah Bali selama ini begitu dikenal karena wisata alamnya.

Bali United mencatatkan kenaikan jumlah penonton laga kandang setiap tahunnya. Pada Liga 1 2017, total jumlah penonton 17 laga kandang mencapai 243.918 orang.

Jumlah ini meningkat pada Liga 1 2018. Ada 258.433 penonton yang hadir dalam 17 laga kandang Bali United. Rekor terjadi pada Liga 1 2019. Jumlah penonton 17 laga Bali United mencapai 294.072 orang.

Padahal, Bali United sempat babak belur dan hanya menghuni peringkat ke-11 Liga 1 2019. Musim ini tak berjalan mulus karena banyak faktor.

Namun, pada tahun yang sama, titik kesuksesan Bali United muncul. Bersama pelatih Stefano Cugurra Teco, mereka dengan menjadi kampiun Liga 1 2019 berkat raihan 19 kemenangan, 7 kali imbang, dan 8 kali menelan kekalahan.

Melantai di Bursa

Pemain Bali United, Willian Silva Costa Pacheco (tengah), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Persib Bandung dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). Persib bermain imbang 1-1 dengan Bali United. (Bola.com/Arief Bagus)
Pemain Bali United, Willian Silva Costa Pacheco (tengah), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Persib Bandung dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). Persib bermain imbang 1-1 dengan Bali United. (Bola.com/Arief Bagus)

Pada 2019, Bali United melantai ke Bursa Efek Indonesia melalui PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA), perusahaan yang mengelola klub sepak bola Bali United. Serdadu Tridatu pun resmi dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada saat itu.

Perseroan merupakan emiten bola pertama yang melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Asia Tenggara sekaligus menjadi emiten ke-14 yang melantai di BEI tahun 2019.

Keputusan manajemen klub ini didasari oleh keinginan makin berinovasi dalam membangun klub sepak bola. Dari segi bisnis, Bali United memang jagonya. Mereka memiliki megastore hingga arena bermain yang berada di kawasan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Kini, Bali United bakal tampil di perempat final Piala Menpora 2021 dengan berjumpa PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (12/4/2021) malam. Serdadu Tridatu masih punya taring untuk bisa kembali menjadi kampiun.

Video