Sejarah Candi Borobudur & 5 Fakta Uniknya, Arcanya Pernah Dicuri

Sejarah Candi Borobudur & 5 Fakta Uniknya, Arcanya Pernah Dicuri
Sejarah Candi Borobudur & 5 Fakta Uniknya, Arcanya Pernah Dicuri

RumahCom – Kemegahan arsitektur Candi Borobudur tak lepas dari sejarah panjang perkembangan agama Buddha di Indonesia. Kemegahan Candi Borobudur terkenal hingga ke ke kancah internasional dan dikenal sebagai monumen Buddha terbesar di dunia.

Berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, Candi Borobudur mengalami masa pemugaran cukup lama untuk mengembalikan keindahannya. Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan sejarah paling berharga di Indonesia dan dunia. Jika Anda ingin mengetahui sejarah Candi Borobudur, berikut pembahasannya:

  • Sejarah Candi Borobudur

  • Arti Relief di Candi Borobudur

  • Fungsi Candi Borobudur

  • 5 Fakta Unik Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur

<em>Tujuan dibangun Candi Borobudur yakni untuk memuliakan raja-raja Syailendra. (Foto: Unsplash – Mario La Pergola)</em>
Tujuan dibangun Candi Borobudur yakni untuk memuliakan raja-raja Syailendra. (Foto: Unsplash – Mario La Pergola)

Sejarah Candi Borobudur merupakan peninggalan dinasti Syailendra. Candi ini didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana. Bangunan ini dibentuk sekitar abad ke-8 pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Tujuan dibangun Candi Borobudur yakni untuk memuliakan raja-raja Syailendra (775-850 M) yang telah bersatu kembali dengan dewa yang menjadi asal beliau. Berdasarkan sejarah yang ada, pembuat candi Borobudur diketahui bernama Gunadarma. Candi juga ini dibangun dalam 5 tahapan, berikut penjelasannya:

1. Tahap Pertama (780 Masehi)

Pembangunan awal dilakukan di atas bukit. Bagian bukit diratakan dan pelataran diperluas. Tidak semua bahan pembuat candi dari batu andesit. Proses pembangunan bukit memakai tanah yang dipadatkan dan ditutup struktur batu.

Struktur batu ini menyerupai cangkang dan membungkus bukit tanah. Sementara itu sisa bagian bukit ditutup struktur batu lapis demi lapis. Awal pembangunan candi disusun bertingkat seperti piramida berundak.

2. Tahap Kedua dan Ketiga (792 Masehi)

Tahap kedua, terdapat penambahan dua undakan berbentuk persegi. Bagian pagar langkan dan satu undak melingkar di atasnya. Bagian undak memiliki stupa tunggal yang besar. Bagian ketiga terjadi perubahan rancangan bangunan.

Bagian undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk dibongkar. Stupa diganti tiga undak lingkaran, sementara stupa-stupa kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak. Stupa besar berada di bagian tengah.

3. Tahap Keempat (824 Masehi)

Bangunan candi mengalami perubahan kecil, seperti penambahan pagar langkan terluar, penyempurnaan relief, perubahan tangga, pelebaran ujung kaki, dan pelengkung atas gawang pintu. Kemudian, Borobudur mengalami perubahan terakhir pada undakan melingkar dan dilakukan pelebaran ukuran pondasi.

Sejarah Candi Borobudur memang menarik untuk disimak, terlebih ada banyak fakta menarik yang banyak orang belum tahu. Sama halnya dengan mencari hunian, ada banyak lokasi yang banyak orang belum tahu salah satunya Bekasi Selatan. Berikut daftar hunian terbaik di kawasan ini mulai dari Rp500 jutaan di sini!

4. Tahap Kelima (1811)

Kemegahan Borobudur sempat sirna selama berabad-abad karena terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik. Kembalinya popularitas Candi Borobudur terjadi pada masa Thomas Stamford Raffles saat menjabat sebagai Gubernur Jenderal di pulau Jawa pada 1811.

Tersiarnya kabar penemuan kembali Borobudur juga menjadi malapetaka terjadinya kerusakan di banyak tempat. Sampai pada akhir 1960-an pemerintah Indonesia meminta bantuan kepada UNESCO untuk mengatasi permasalahan di Candi Borobudur.

Arti Relief di Candi Borobudur

<em>Tingkat terakhir adalah Arupadhatu menggambarkan tempat tinggal dewa. (Foto: Unsplash – Sifrianus Tokan)</em>
Tingkat terakhir adalah Arupadhatu menggambarkan tempat tinggal dewa. (Foto: Unsplash – Sifrianus Tokan)

Candi Borobudur memiliki panjang 121,66 meter dengan lebar 121,38 meter dan tinggi 35,40 meter. Menurut filsafat Buddha, struktur tingkatan Candi Borobudur merupakan tiruan alam semesta akan roda kehidupan. Terdapat tiga tingkatan pada struktur Candi Borobudur Yakini:

Relief Candi Borobudur secara sempurna merefleksikan inti ajaran Buddha, di mana dunia dibagi menjadi 3 tingkatan hidup yaitu Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia nyata), dan Arupadhatu (dunia roh).

  • Kamadhatu: Bagian terbawah candi yang melambangkan alam bawah, menggambarkan perilaku manusia yang masih terikat oleh nafsu duniawi.

  • Rupadhatu: Bagian tengah candi yang melambangkan alam antara, menggambarkan perilaku manusia yang sudah mulai meninggalkan keinginan duniawi, akan tetapi masih terikat oleh dunia nyata.

  • Arupadhatu: Bagian atas candi yang melambangkan alam atas, menggambarkan unsur tak berwujud dan sebagai tanda tingkatan yang telah meninggalkan nafsu duniawi.

[ArticleCallout]{ “title”: “Mitos Bambu Petuk dan Fakta yang Sebenarnya, Konon Bisa Buat Orang Cepat Kaya”, “excerpt”: “Temukan fakta menarik tentang bambu petuk, yang dikabarkan bisa bikin orang cepat kaya. Selengkapnya di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/bambu-petuk-62980”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel-legacy/1110×624-crop/static/2022/04/Alt-Text-Mitos-Bambu-Petuk-dan-Fakta-yang-Sebenarnya-Konon-Bisa-Buat-Orang-Cepat-Kaya.png” }[/ArticleCallout]

Fungsi Candi Borobudur

<em>Candi Borobudur kini berfungsi sebagai tempat ziarah umat Buddha sedunia. (Foto: Unsplash – Afif Kusuma)</em>
Candi Borobudur kini berfungsi sebagai tempat ziarah umat Buddha sedunia. (Foto: Unsplash – Afif Kusuma)

Selain sebagai tempat wisata, Candi Borobudur kini berfungsi sebagai tempat ziarah umat Buddha sedunia untuk menuntun umat manusia meninggalkan nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.

Dalam perjalanannya peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan 1.460 relief yang terukir pada dinding batu candi. Berikut fungsi Candi Borobudur lainnya:

  • Sebagai tempat bersejarah

  • Tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan sejarah

  • Bisa dipakai tempat penelitian matematika, seperti menghitung stupa

  • Tempat ibadah umat Buddha

[PropertyTip]Anda bisa mengajak keluarga Anda untuk berkunjung ke Candi Borobudur untuk wisata liburan sekolah, selain tempatnya yang menarik ada banyak juga edukasi yang didapat.[/PropertyTip]

5 Fakta Unik Candi Borobudur

<em>Candi Borobudur menyimpan sejumlah fakta unik. (Foto: Unsplash – Mario La Pergola)</em>
Candi Borobudur menyimpan sejumlah fakta unik. (Foto: Unsplash – Mario La Pergola)

Selain sejarah dan selalu digunakan sebagai tempat untuk merayakan hari raya waisak yang menarik perhatian mancanegara. Candi Borobudur menyimpan sejumlah fakta unik diantaranya sebagai berikut:

1. Borobudur adalah Pemilik Relief Buddha Terlengkap dan Terbanyak di Dunia

<em>Terdapat 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. (Foto: Unsplash – Yassine el Ouazzani)</em>
Terdapat 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. (Foto: Unsplash – Yassine el Ouazzani)

Candi Borobudur dinobatkan sebagai pemilik relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Terdapat 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha, yang kemudian menjadikan Borobudur sebagai pemilik relief Buddha paling lengkap dan terbanyak di seluruh dunia.

2. Candi Borobudur Pernah di Bom

<em>Dua tahun setelah pemugaran ke-2, 21 Januari 1985 sebanyak 13 bom diletakkan pelaku di sejumlah stupa kecil. (Foto: Unsplash – Bill Fairs)</em>
Dua tahun setelah pemugaran ke-2, 21 Januari 1985 sebanyak 13 bom diletakkan pelaku di sejumlah stupa kecil. (Foto: Unsplash – Bill Fairs)

Mungkin banyak yang belum tahu fakta ini, namun ternyata Candi Borobudur pernah di bom. Dua tahun setelah pemugaran ke-2, pada 21 Januari 1985 sebanyak 13 bom diletakkan pelaku di sejumlah stupa kecil. 9 dari 13 bom tersebut meledak dan menghancurkan ratusan balok batu stupa.

3. Arcanya Pernah Dicuri

<em>Dari 504 arca buddha, banyak arca ditemukan dalam kondisi tanpa kepala. (Foto: Unsplash – Bill Fairs)</em>
Dari 504 arca buddha, banyak arca ditemukan dalam kondisi tanpa kepala. (Foto: Unsplash – Bill Fairs)

Nah, untuk fakta yang satu ini pasti banyak juga yang belum tahu. Pencurian yang arca marak terjadi di masanya membuat arca kepala Buddha asli marak dicuri. Biasanya hasil curian tersebut dijual kembali di pasar barang antik, kolektor, dan pasar ilegal dengan harga fantastis. Dari 504 arca buddha, banyak arca ditemukan dalam kondisi tanpa kepala.

4. Pemerintah Hindia Belanda Pernah Mendirikan Warung Kopi

<em>Candi Borobudur saat pertama kali ditemukan Pemerintah Hindia Belanda ternyata pernah mendirikan warung kopi di puncak stupa. (Foto: Unsplash – Bill Fairs)</em>
Candi Borobudur saat pertama kali ditemukan Pemerintah Hindia Belanda ternyata pernah mendirikan warung kopi di puncak stupa. (Foto: Unsplash – Bill Fairs)

Fakta menarik selanjutnya, Anda pasti tidak pernah menyangka dan tidak pernah terbayangkan. Pasalnya, Candi Borobudur saat pertama kali ditemukan Pemerintah Hindia Belanda ternyata pernah mendirikan warung kopi di puncak stupa.

5. Pemerintah Hindia Belanda Serahkan Arca berharga ke Thailand dan Inggris

<em>Pemerintah Hindia Belanda kala itu memberikan Cuma-Cuma artefak candi dalam jumlah banyak sebagai buah tangan. (Foto: Unsplash – Indra Dewa)</em>
Pemerintah Hindia Belanda kala itu memberikan Cuma-Cuma artefak candi dalam jumlah banyak sebagai buah tangan. (Foto: Unsplash – Indra Dewa)

Fakta selanjutnya, pada zaman penjajahan pemerintah Hindia Belanda pernah menyerahkan arca berharga ke Thailand dan Inggris. Pemerintah Hindia Belanda kala itu memberikan Cuma-Cuma artefak candi dalam jumlah banyak sebagai buah tangan kedatangan Raja Thailand Chulalongkorn II.

Tonton video berikut ini untuk mengetahui tahapan membangun rumah tumbuh!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

[AskGuru][/AskGuru]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel