Sejarah di Balik Maskot Berkumis Pringles

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ada suatu perasaan memuaskan ketika anda memasukkan tangan ke dalam kaleng ikonik Pringles yang panjang dan ramping. Tak jarang anak-anak juga berkreasi dengan memasukkan dua keripik sekaligus ke dalam mulutnya dan meniru seolah-olah jadi paruh bebek.

Pringles memiliki beragam varian rasa, seperti BBQ, Sour Cream, Cheddar Cheese, dan masih banyak lagi. Di setiap varian rasanya, Pringles tetap konsisten dengan kemasan ikoniknya 'maskot berkumis'.

Tak akan ada habisnya jika harus mengomentari logo-logo hingga maskot ikonik, Pringles merupakan salah satu maskot yang paling dikenal diantara logo-logo lainnya. Maskotnya boleh dibilang sebanding dengan logo Baskin Robbins atau Starbucks.

Namun siapa sosok berkumis di logo Pringles ini?

Berikut ini penjelasannya, dikutip dari situs Riders Digest, Jumat (17/9/2021):

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pringles Menolak Disebut 'Chips'

(Unsplash.com/JeffSiepman)
(Unsplash.com/JeffSiepman)

Saat kita membahas maskot Pringles pada bagian ini, perlu dicatat tata bahasa kita sebelum melanjutkan. Banyak dari kita menyebutkan Pringles sebagai "chips", namun ternyata penganan itu dibuat dengan kentang olahan yang dikeringkan (itulah sebabnya Pringles sebenarnya bukan keripik kentang).

FDA memutuskan pada tahun 1975 bahwa Pringles hanya bisa disebut "chips" jika mereka memberikan penyangkalan pada produk mereka bahwa mereka tidak dibuat dengan kentang asli.

Pringles tidak ingin melakukan itu, jadi mereka memutuskan untuk mengganti nama produk mereka menjadi "crisps", dalam bahasa Indonesia chips dan crisps memiliki pengertian yang sama yaitu "keripik".

Julius Pringles

(Pinterest.com/tasteofhome.com)
(Pinterest.com/tasteofhome.com)

Sosok itu, yang menjadi mitos, legenda, orang yang telah meyakinkanmu untuk membeli cemilan itu dan memasukkan tanganmu ke dalam wadah kaleng berbentuk tabung.

Sosok dalam maskot Pringles cukup mudah untuk dikenali, di atas sana bersama dengan maskot merek lain seperti Chester Cheetah dan Tony the Tiger. Ia merupakan seorang manusia seperti kita bernama Julius Pringles.

Demi mewujudkan penampilannya selama bertahun-tahun, Julius selalu bersama kumis lebatnya yang dapat kita kenali.

Jika anda melihatnya dari dekat, kumisnya akan terlihat seperti dua keripik Pringles yang telah disatukan.

Julius Pringles baru saja menjadi "floating head" atau kepala mengambang sejak 1967 dalam logo Pringles itu sendiri, dan tidak heran jika banyak pertanyaan seperti apa tubuh lelaki ini.

Apakah dia tinggi dan kurus? Atau pendek dan gemuk karena memakan banyak Pringles?

Tahun lalu, pembawa acara Last Week Tonight John Oliver mengumumkan bahwa dia akan menyumbangkan $10.000 atau setara dengan 142 juta Rupiah kepada Feeding America jika mereka mengungkap tubuh misterius Julius Pringles.

Sebuah perusahaan memposting sebuah video di Twitter tentang seorang pria berkostum, dan Oliver pun memenuhi janjinya.

Orang-Orang di Balik Layar Pringles

(Pixabay.com/goiwara)
(Pixabay.com/goiwara)

Sejarah orang-orang di balik layar Pringles tidak begitu jelas seperti nama produk itu sendiri, namun ada beberapa pemeran penting dalam kisah Pringles.

Kontribusi kunci pertama adalah Gene Wolfe, penulis fiksi ilmiah, yang benar-benar membantu membangun mesin pembuat Pringles. Pemeran lainnya yaitu ahli kimia dan teknisi makanan Fred Baur, yang menciptakan kaleng berbentuk silinder setelah bereksperimen dengan penyimpanan untuk keripik agar tidak mudah pecah.

Dan Alexander Liepa, dari Montgomery, Ohio, membawa beberapa rasa pada keripik serta nama-nama di setiap varian rasanya. Jadi, untuk sementara ini kita belum tahu persis siapa lagi yang peran penting di balik layar Pringles selain Julius Pringle, mungkin orang-orang di balik produk itu hanya memberikan inspirasi-inspirasi tentang Pringles agar selalu berkembang.

Ketika Julius Pringle lahir, dia memiliki kumis hitam lebat, mata merah, alis, dan rambut hitam terbelah di tengah.

Pada tahun 1979, logo diubah untuk menghilangkan mata merah dan menyertakan senyuman kecil. Perubahan berikutnya terjadi pada tahun 1986, ketika merek tersebut menghapus tanda kutip Pringle's menjadi Pringles, dan juga desain mata.

Pipi merah yang dipakai Julius menghilang pada 1990-an. Yang paling terkenal hingga saat ini adalah logo saat memasuki awal 2000-an, anda dapat melihat logo "Pringles" dengan dasi kupu-kupu yang diberi warna merah dan lebih stylish dengan rambut cokelat seolah-olah duduk di atas kepalanya yang bundar itu. Jika anda melihat lebih dekat, anda akan melihat titik pada huruf "i" diubah menjadi sebuah keripik pada tahun 2009.

Logo Baru

(Facebook.com/Myfopinion)
(Facebook.com/Myfopinion)

Julius Pringles memiliki penampilan baru yang segar.

Pertama, mari kita bahas tentang yang sudah jelas, lelaki yang menjadi maskot itu sudah tidak berambut, kumisnya pun menjadi hitam pekat , matanya menjadi lebih lebar dan tampak seperti manik-manik karena pupil putih di matanya telah dihilangkan. Alis Julius Pringles bahkan lebih ekspresif dan dasi kupu-kupunya terlihat sedikit lebih tajam.

Jika kamu khawatir dengan rasanya yang akan berubah, Pringles masih persis seperti yang mereka miliki dari awal. Sekarang pengetahuan anda tentang Pringles sudah bertambah, buat temanmu terkesan akan hal itu, ceritakan ke mereka tentang proses maskot logonya ya!

Penulis : Azarine Natazia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel