Sejarah Lahirnya Olahraga Bulu Tangkis, dari Mesir sampai ke Indonesia

Syahdan Nurdin, faresaprasetyon-721
·Bacaan 3 menit

VIVA – Badminton merupakan suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis memiliki tujuan memukul bola permainan shuttlecock melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

Peraturan permainan yang berlaku dalam permainan bulutangkis harus sesuai dengan peraturan IBF. Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi perlengkapan dan peralatan yang digunakan saja, tetapi partai yang berkepentingan pun harus mengikutinya. Misalnya, produsen peralatan.

Pemain dalam permainan bulutangkis dibedakan menjadi beberapa partai. Partai-partai tersebut, yaitu partai tunggal dan ganda. Partai tersebut berlaku untuk putra dan putri. Namun, pada partai ganda terdapat ganda campuran.

Salah satu teknik dasar olahraga bulutangkis yang cukup penting dan harus dikuasai oleh setiap pemain bulutangkis ialah pegangan raket.

Cara dan teknik pegangan raket yang benar merupakan modal penting untuk dapat bermain bulutangkis.

Pegangan raket yang benar merupakan dasar untuk mengembangkan dan meningkatkan semua jenis pukulan dalam permainan bulutangkis. Teknik pegangan raket dalam permainan bulutangkis dibedakan menjadi dua, yaitu pegangan forehand dan pegangan backhand.

Sejarah bulu tangkis

Olahraga yang dimainkan menggunakan raket dan kok berkembang sekitar 200 tahun lalu di Mesir kuno.

Nenek moyangnya merupakan sebuah permainan Tionghoa dengan nama Jianzi yang dimainkan menggunakan bola namun tidak menggunakan raket. Tujuan dari permainan nya adalah untuk mempertahankan bola supaya tidak menyentuh tanah selama mungkin menggunakan kaki.

Pada zaman pertengahan di Inggris permainan ini dilakukan oleh anak-anak yang diketahui dengan sebutan battledores atau shuttlecocks. Saat bermain battledores alat pemukul yang digunakan terbuat dari dayung atau tongkat.

Pada tahun 1854 olahraga ini cukup dikenal di jalan-jalan London, saat majalah Punch mempublikasikan kartun untuk olahraga ini. Kemudian warga Inggris membawa permainan ini sampai ke negeri Jepang, Tiongkok dan Siam.

Olahraga bulu tangkis ditemukan oleh petugas tentara Britania di Pune India pada abad ke 19 ketika mereka menambah peralatan jaring atau net dan dimainkan secara berlawanan.

Oleh karena itu Kota Pune sebelumnya dikenal dengan nama Poona, ketika itu permainan ini mempunyai sebutan lain yaitu Poona. Pada tahun 1850 an para pasukan membawa permainan kembali ke negara Inggris.

Pada tahun 1877 ialah pertama kalinya rancangan peraturan ditulis oleh klub badminton Bath. Pada tahun 1893 dibentuk asosiasi bulu tangkis di inggris. Kejuaraan All England ialah Perlombaan internasional pertama kali yang diadakan pada tahun 1899.

Sejarah bulu tangkis Internasional

Organisasi olahraga Internasional federasi bulutangkis (IBF) dibuat pada tahun 1934. Negara yang berkompetisi di dalamnya adalah Selandia Baru, Skotlandia, Wales, Inggris, Irlandia, Denmark, Belanda, Kanada dan Perancis sebagai pelopornya kemudian pada tahun 1936 India bergabung sebagai afiliat.

Saat pertemuan Extraordinary General Meeting di Madrid pada September 2006, ada yang menyarankan perubahan nama induk organisasi dari internasional Badminton Federation mejadi BWF (Badminton World Federation), kemudian usulan itu diterima oleh seluruh delgasi yang datang pada pertemuan itu ada 206.

Sejarah bulu tangkis di Indonesia

Pada tahun 1992 bulu tangkis menjadi olahraga olimpiade musim panas di kompetisi barcelona. Ketika itu klub Indonesia dan Korea Selatan masing-masing sukses memperoleh dua medali emas.

Perkembangan bulu tangkis di negara Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan pertumbuhan bangsa indonesia, saat zaman sebelum revolusi fisik, gerakan kemerdekaan, hingga saat periode zaman orde baru.

Sebagian orang-orang belanda membawa jenis cabang olahraga bulu tangkis, kemudian pelajar-pelajar yang pulang dari luar negeri setelah menunutut ilmu. Hal ini yang membuat olahraga bulu tangkis bisa popular dan digemari masyarakat.

Sekitar tahun 1940 cabang olahraga bulu tangkis banyak disukai oleh seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok negeri. Namun untuk cabang olahraga ini baru menemukan organisasi setelah tiga tahun diadakannya PON pertama di Solo tahun 1984, tepatnya tanggal 5 mei 1951. Demikian pembahasan artikel tentang sejarah bulu tangkis, seperti dilansir dari dediblog.id.