Sejarah Menarik dari Virtual Exhibition, Muncul Lebih dari Seperempat Abad Lalu

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup membuat virtual reality semakin dikenal banyak orang dari berbagai kalangan. Sejatinya, teknologi ini sudah ada bertahun-tahun yang lalu dan telah digunakan untuk berbagai bidang dengan bentuk yang terus berkembang.

Pengaplikasiannya semakin beragam, contohnya di dunia bisnis sering digunakan untuk keperluan pertemuan atau komunikasi jarak jauh seperti yang populer saat ini. Bahkan teknologi ini juga sudah digunakan untuk tujuan hiburan dan entertainment seperti pada pameran seni atau exhibition.

Virtual reality pada dasarnya adalah simulasi pengalaman digital yang dibuat sedemikian rupa untuk menyerupai realita atau terasa nyata bagi penggunanya. Jenis lain dari virtual reality yang sering kita temukan adalah augmented reality, mixed reality, dan extended reality. Pada dunia seni, bentuk virtual reality yang populer adalah virtual exhibition di mana para seniman memamerkan karya mereka secara digital dan dapat dinikmati oleh berbagai pengunjung yang mengaksesnya, kapan saja, dan di mana saja. Teknologi ini pun sudah cukup lama diadaptasi oleh berbagai museum dan pameran di seluruh dunia.

Awal Mula Munculnya Virtual Reality

Istilah yang pertama muncul adalah “la réalité virtuelle” atau virtual reality. Istilah ini muncul dari seorang pemain drama dan penulis asal Perancis pada tahun 1938. Ia menggunakan istilah itu untuk menggambarkan sifat ilusi dari karakter dan objek di teater. Tapi seiring berjalannya waktu kata virtual reality mengalami pergeseran makna.

Senimator asal Amerika pada 1950-an tentang "Teater Pengalaman" yang dapat meliputi semua indra dengan suatu cara efektif, sehingga menarik penonton ke dalam kegiatan di layar. Ia membangun suatu prototype dari visinya yang dinamakan Sensorama pada 1962, bersama dengan lima film pendek untuk dipertunjukkan di dalamnya sembari melibatkan berbagai indra (penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sentuhan).

Seiring berjalannya waktu dan dunia semakin modern, virtual reality semakin sering diasosiasikan dengan teknologi. Sekarang ini bahwa virtual reality memiliki banyak rupa. Salah satunya virtual exhibition, ruang pertunjukkan hasil karya seni yang dibuat menggunakan perangkat lunak dan punya kemiripan dengan wujud aslinya atau terasa nyata.

Virtual Exhibition Pertama

Ilustrasi online museum.
Ilustrasi online museum.

Di era 1980-an teknologi digital mulai berkembang, hal ini memantik diskusi di kalangan para penggiat institusi seni dan budaya tentang bagaimana mereka harus berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat luas yang mulai mengadopsi teknologi tersebut.

Tahun 1992 menjadi tahun pertama yang menyuguhkan virtual exhibition secara imersif. Elemen yang dibangun mampu bermain-main dengan indera dan imajinasi pengunjungnya.

Pameran yang berjudul “The Virtual Museum” ini tidak berlangsung online, melainkan menggunakan CD-ROM dengan cara pre-rendered dan meniru ruangan tipikal museum pada umumnya. Pengguna bisa berjalan-jalan bebas mengelilingi ruangan dan mendapatkan detail info dari karyanya.

Virtual Exhibition Masa Kini

Memasuki era milenium dan digital, virtual exhibition sudah makin berkembang pesat dengan penggemar yang terus bertambah. Khususnya satu tahun terakhir saat banyak institusi seni mengerahkan fokus mereka ke virtual exhibition sebagai pengganti sarana bertemunya karya seni dengan para audiensnya. Melalui virtual exhibition, para audiens mendapatkan kesempatan menarik yakni bisa berkolaborasi dengan seniman favorit, yang mana hal itu tidak dapat dilakukan pada pameran-pemeran seni sebelumnya.

Karya-karya dan konsep virtual exhibition-nya yang hadir jadi semakin eksploratif, membentuk cara interaksi baru dengan karya seni yang berbeda dari yang pernah ada sebelumnya. Di samping itu, virtual exhibition kali ini lebih banyak menyuguhkan penggabungan karya seni visual maupun musik sehingga memberikan pengalaman ganda kepada para audiens yang mengunjungi pemeran secara virtual.

Kamu bisa melihat salah satu contoh virtual exhibition dengan konsep dan karya-karya menarik di Indonesia di sini, selamat menikmati!

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel