Sejarah Mencatat Perang Nuklir Pernah Nyaris Terjadi, Sosok Inilah yang Mencegahnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Dunia pernah mengalami era Perang Dingin ketika Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet (kini Rusia) berlomba untuk mengalahkan satu sama lain di tahun 1960-an. Upaya untuk mengalahkan dibuktikan oleh AS dan Uni Soviet melalui pengembangan kemampuan militernya, yaitu peningkatan senjata nuklir.

Perang Dingin juga menjadi masa yang menegangkan bagi dunia karena perlombaan senjata AS dan Uni Soviet. Dunia pun berada di ujung kehancuran nuklir karena meningkatnya perlombaan senjata itu.

Oktober 1962 adalah kondisi ketika dunia menghadapi ancaman nyata perang nuklir. Pada saat itu Uni Soviet mencoba untuk memasang senjata nuklirnya di Kuba, sebuah negara kepulauan di wilayah Karibia.

Usaha pemasangan senjata yang dilakukan Uni Soviet akhirnya dikenal sebagai Krisis Rudal Kuba. Senjata-senjata di Kuba yang diyakini dapat menghancurkan AS mendorong presiden AS kala itu, John F Kennedy untuk memblokade Kuba.

Sebelumnya, alasan Uni Soviet memasang senjata-senjatanya di Kuba karena AS yang selalu meningkatkan senjata nuklirnya. Karena itu untuk menangkal serangan AS, Uni Soviet berupaya mengalahkan AS terlebih dahulu dengan menempatkan senjata-senjatanya di Kuba yang jaraknya hanya 128 kilometer dari daratan AS.

Di tengah semuanya itu, berbagai pihak berusaha untuk menghentikan krisis yang dapat menghancurkan dunia. Salah satunya seperti usaha Duta Besar Inggris, Sir David Ormbsy-Gore.

Pada 22 Oktober, Presiden Kennedy kembali ke Gedung Putih dan perintah pertamanya sebelum dia tiba adalah "Bawa Ormsby-Gore (David) ke sini tanpa dilihat siapa pun."

Di saat pesawat Air Force One mendarat, David sudah berada di Gedung Putih menunggu Presiden Kennedy.

Dalam salah satu catatan, Wakil Presiden AS, Lyndon B Johnson menulis "Aku ada di sana, dengan pintu membentur kursiku di ujung bawah meja, dan ada dua orang itu, mengamati peta dan berbisik satu sama lain di ujung yang lain. Mengapa orang Wales ini ada di dalam ruangan?," kata dia, dikutip dari BBC, Senin (31/10).

sejarah mencatat perang nuklir pernah nyaris terjadi, sosok inilah yang mencegahnya
sejarah mencatat perang nuklir pernah nyaris terjadi, sosok inilah yang mencegahnya

Pertanyaan itu mendapat jawabannya pada 1938, tepat di saat ayahnya Presiden Kennedy, Joseph Kennedy masih menjadi duta besar AS untuk Inggris.

“Di tahun 1930-an keduanya adalah putra kedua, tidak ada yang mengharapkan kehebatan mereka, tetapi mereka berdua kehilangan kakak laki-laki mereka karena perang dan kecelakaan. Namun, pada saat itu yang harus mereka (Joseph dan David) lakukan hanyalah menemukan persahabatan berdasarkan percakapan, golf, kuda, dan politik,” ujar seorang jurnalis, pengacara, dan penulis buku, Gary Ginsberg menjelaskan keadaan Joseph Kennedy dan Sir David.

Ginsberg menjelaskan Joseph dan David tetap melanjutkan pertemanannya. Saat itu Joseph menjadi anggota kongres AS dan David menjadi anggota parlemen Inggris.

Berlanjut ke 1962, David berperan besar bagi penurunan ketegangan AS dan Uni Soviet. Kala itu David bertanya kepada Presiden Kennedy “mengapa Anda tidak mengecilkan (wilayah) embargo dari 1.287 kilometer menjadi 804 kilometer?”.

David menjelaskan langkah ini dapat mendorong para pemimpin dan pelaut Uni Soviet untuk berpikir kembali konsekuensi yang dihadapi jika terus-menerus memberikan senjata kepada Kuba.

Saran yang diberikan Sir David pun berhasil sebab pada 29 Oktober, kapal-kapal Uni Soviet berbalik pulang.

Bahkan atas arahan Sir David, AS dan Uni Soviet membuat saluran komunikasi langsung untuk memastikan ketegangan tidak akan pernah mencapai tingkat yang sama lagi. Untuk memastikan kepercayaan Uni Soviet, AS juga menarik kembali senjata yang mereka tempatkan di Turki.

Akhirnya perjanjian pengurangan senjata pun mulai berlangsung setelah krisis itu.

Selepas dari krisis itu, Sir David yang menjadi Lord Harlech melebarkan pengaruhnya di kancah media Wales. Dia pun menjadi ketua Dewan Klasifikasi Film Inggris dan Pendiri HTV.

Namun satu tahun setelah krisis itu, Presiden Kennedy dibunuh. Kehidupan Lord Harlech turut mengalami perubahan.

Pada 1968, Lord Harlech melamar janda Kennedy, Jacqueline Kennedy. Meski Jacqueline menolak lamaran itu, kedua orang itu tetap menjadi teman dekat. Jacqueline sendiri menghadiri pemakaman Lord Harlech pada 1985.

Dalam pemakaman itu, ibu dari John F Kennedy dan Teddy Kennedy mengatakan Sir David bagaikan sudah menjadi anaknya sendiri.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]