Sejarah Mendoan yang Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tidak kenal sajian tradisional tempe mendoan? Baru-baru ini, mendoan dinobatkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021 yang digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi di Jakarta pada 26--30 Oktober 2021.

"Mendoan akhirnya terdaftar sebagai WBTb kategori Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional setelah mengalami perjalanan panjang. Proses pengusulannya sudah dilakukan sejak tahun 2020," kata Kepala Seksi Nilai Tradisi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Mispan, di Purwokerto, Banyumas, Sabtu, dilansir Antara, Minggu (31/10/2021).

Ia mengakui dalam sidang yang digelar pada 2020, mendoan belum bisa lolos sebagai warisan budaya takbenda. Tempe mendoan merupakan kuliner khas Banyumas, Jawa Tengah yang biasa disantap sehari-hari. Makanan ini juga menjadi identitas masyarakat Banyumas.

Menurut The Book of Tempeh, tempe adalah makanan yang diolah dari hasil fermentasi. Makanan ini merupakan hidangan khas masyarakat Indonesia. Biasanya, tempe berbentuk bongkahan persegi yang merupakan hasil fermentasi dari kedelai yang diberi semacam jamur yang masuk dalam genus rhizopus.

Sejak abad ke-16 tempe sudah dikenal dalam tatanan budaya masyarakat Jawa, terutama Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta. Dilansir situs Warisan Budaya Takbenda, Minggu (31/10/2021), tempe merupakan lauk terfavorit bagi semua kalangan masyarakat Indonesia.

Tempe juga menyumbang 10 persen dari total asupan protein masyarakat Indonesia dan sudah diproduksi hingga lebih dari 20 negara. Di Indonesia sendiri, tempe dapat diolah menjadi beragam hidangan, salah satunya tempe mendoan.

Tidak hanya menjadi makanan yang diolah di rumah saja, banyak pengusaha kuliner yang menjual mendoan dan merupakan usaha yang terlihat menjanjikan karena bahan baku yang tidak terlalu sulit. Menurut buku "Sukses Wirausaha Gerobak Terlaris dan Tercepat Balik Modal" yang ditulis oleh Herman Ichsan Pangestu, nama tempe mendoan berasal dari Bahasa Banyumasan, yakni mendo yang dapat diartikan sebagai setengah matang atau lembek.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mendoan

Mendoan, kuliner khas Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Mendoan, kuliner khas Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Mendoan dapat diartikan sebagai memasak dengan minyak panas yang banyak secara cepat yang menghasilkan masakan tidak matang dengan benar. Selain tempe, mendoan juga sering dibuat dengan menggunakan bahan baku tahu.

Mendoan ditemukan saat proses pembuatan keripik tempe. Dalam proses pembuatan keripik, pertama-tama, tempe digoreng setengah matang. Setelah dingin, tempe digoreng lagi.

Menurut Ahmad Tohari, penulis buku sekaligus budayawan dari Banyumas mengaku, camilan keripik tempe kalah pamor dengan mendoan.

"Ternyata ketika belum matang itu ada yang nyicipin, kok enak? Ternyata tempe goreng yang tidak sampai matang itu enak. Jadinya populer," ujar Tohari, kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Secara sederhana, tempe mendoan merupakan tempe tipis yang sudah dilumuri tepung yang telah dibumbui secukupnya dan digoreng. Hasilnya, makanan ini akan terasa gurih.

Penyajian

Tempe mendoan yang enak banget. (Bintang.com/Daniel Kampua)
Tempe mendoan yang enak banget. (Bintang.com/Daniel Kampua)

Penyajian tempe mendoan biasanya dalam keadaan panas dengan tambahan cabai rawit atau sambal kecap. Biasanya, makanan ini dijadikan sebagai lauk ataupun makanan ringan untuk camilan.

Di wilayah bekas Karesidenan Banyumas dan Tegal, tempe mendoan banyak dijumpai di warung-warung tradisional. Saking populer karena memiliki rasanya yang unik, makanan ini menyebar hingga ke luar daerah Banyumas.

Tempe mendoan banyak ditemukan di kota-kota besar Jawa Tengah hingga Jakarta. Di kota-kota lain, ada yang menyebut mendoan sebagai tempe goreng tepung, ada pula yang menyebutnya sebagai tempe kemul (biasanya ada di daerah Kabupaten Wonosobo).

Namun, di daerah Purwokerto yang merupakan ibu kota Kabupaten Banyumas, mendoannya berbeda dari beberapa kota di wilayah Jawa Tengah. Mendoan Purwokerto lebih terasa basah minyaknya. (Gabriella Ajeng Larasati)

Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel