Sejarah Menuliskan Indonesia Belum Pernah Dapat Medali Emas di Ganda Putri Olimpiade, Bisakah Greysia / Apriyani Mengakhirinya?

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mencatat sejarah pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu. Kala itu keduanya menahbiskan diri sebagai ganda campuran pertama Indonesia yang meraih medali emas di ajang Olimpiade.

Kini lima tahun berselang, dari sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu coba mengulang prestasi serupa. Ya, keduanya akan berusaha jadi ganda putri pertama Tanah Air yang bisa meraih emas di Olimpiade.

Syaratnya tentu tidak mudah. Mereka harus mengalahkan pasangan China unggulan kedua, Chen Qingchen/Jia Yifan pada partai final hari Senin (02/08/2021).

Sejarah menuliskan, rekam jejak pebulutangkis Indonesia di sektor ganda putri memang tidak bagus. Paling mentok perempat final seperti yang pernah diraih Greysia bersama Nitya Krishinda Maheswari di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Dengan masuknya Greysia/Apriyani, mereka bahkan sudah menuliskan tinta manis sebagai ganda putri pertama Indonesia peraih medali di Olimpiade.

Namun tentu catatan bakal semakin manis jika pasangan senior dan junior ini bisa mengakhiri Olimpiade Tokyo 2020 dengan catatan emas.

Ya, medali emas ganda putri ajang Olimpiade jadi puzzle terakhir untuk melengkapi sukses Indonesia. Kini harapan itu terpampang nyata di depan mata lewat Greysia/Apriyani.

Pebulutangkis Indonesia Peraih Emas di Olimpiade

Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, merebut medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, pada partai final di Riocentrio, Rabu (17/8/2016) WIB. (AFP/Goh Chai Hin)
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, merebut medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, pada partai final di Riocentrio, Rabu (17/8/2016) WIB. (AFP/Goh Chai Hin)

Berikut daftar pebulutangkis Indonesia peraih medali emas di Olimpiade. Ganda putri jadi satu-satunya sektor yang belum sama sekali merasakan emas sejak bulutangkis jadi cabang olahraga perebutan medali sejak Olimpiade Barcelona 1992.

Tunggal Putra

  • Alan Budikusuma - Olimpiade Barcelona 1992

  • Taufik Hidayat - Olimpiade Athena 2004

Tunggal Putri

  • Susi Susanti - Olimpiade Barcelona 1992

Ganda Putra

  • Rexy Mainaky/Ricky Subagja - Olimpiade Atlanta 1996

  • Tony Gunawan/Candra Wijaya - Olimpiade Sydney 2000

  • Hendra Setiawan/Markis Kido - Olimpiade Beijing 2008

Ganda Campuran

  • Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad - Olimpiade Rio de Janeiro 2016

Rekam Jejak Ganda Putri di Olimpiade

Nitya Krishinda Mahewswari/Greysia Polii di Olimpiade 2016. (AFP/Ed Jones)
Nitya Krishinda Mahewswari/Greysia Polii di Olimpiade 2016. (AFP/Ed Jones)

Berikut prestasi ganda putri Indonesia di ajang Olimpiade. Dengan lolos ke final, Greysia/Apriyani sudah berstatus ganda putri Tanah Air dengan raihan terbaik pada Olimpiade.

Olimpiade Barcelona 1992

  • Finarsih/Lili Tampi - perempat final

Olimpiade Atlanta 1996

  • Finarsih/Lili Tampi - babak kedua

Olimpiade Sydney 2000

  • Etty Tantri/Cynthia Tuwankotta - perempat final

Olimpiade Athena 2004

  • Jo Novita/Lita Nurlita - babak kedua

Olimpiade Beijing 2008

  • Liliyana Natsir/Vita Marissa - babak pertama

Olimpiade London 2012

  • Meiliana Jauhari/Greysia Polii - fase grup

Olimpiade Rio de Janeiro 2016

  • Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii - perempat final

Ajang multievent Olimpiade Tokyo 2020 bisa pembaca Bola.com saksikan melalui TV teresterial INDOSIAR dan O Channel. Selain itu juga bisa di layanan over the top (OTT) VIDIO baik gratis maupun berbayar dengan 12 channel tambahannya, serta channel Champions TV 1, 2 dan 3 yang dikelola IEG (Indonesia Entertainment Group), salah satu anak perusahaan di Emtek Group. Yuk nikmati sajian live streamingnya dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan Kami:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel