Sejarah Panas Gladbach Vs Inter Milan, Kemenangan 7-1 yang Dibatalkan

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejarah panas ternyata menyelimuti duel Borussia Moenchengladbach kontra Inter Milan. Kedua tim ini bertemu di matchday 5 penyisihan Grup B Liga Champions di Borussia Park, Rabu dini hari WIB, 1 Desember 2020.

Mundur ke belakang kedua tim bertemu di babak kedua European Cup (Liga Champions) musim 1971/71. Gladbach sukses menghabisi Inter 7-1 di Boekelbergstadion, 20 Oktober 1971.

Namun, UEFA memutuskan laga ini harus diulang. Sebab, striker Inter, Roberto Boninsegna terkena lemparan dari kaleng minuman Coca Cola, hingga tak sadarkan diri. Diyakini, lemparan tersebut berasal dari pendukung tuan rumah.

Insiden tersebut terjadi di menit 29. Saat itu, Gladbach tengah unggul 2-1. Dua Gol Gladbach dicetak Jupp Heynckes (7') dan Ulrik Le Favre (21'). Boninsegna mencetak gol untuk Inter di menit 20.

Sejak Boninsegna pingsan dan harus diganti, Gladbach langsung menggila. Mereka akhirnya menang dengan skor telak 7-1.

Namun, insiden kaleng minuman membuat laga harus diulang. Gladbach harus gigit jari karena partai ulangan di Olympiastadion Berlin berakhir imbang 0-0. Inter melaju ke babak selanjutnya dengan agregat 4-2, karena di Giuseppe Meazza mampu menang.

Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi kontroversi. Media Italia menyebut tragedi tersebut sebagai Partita della lattina.

"Saya masih mengingat momen tersebut. Saya hendak melakukan lemparan ke dalam saat merasakan lemparan di kepala. Saya pingsan dan ini dikonfirmasi oleh komisaris UEFA yang memeriksa saya di ruang ganti," kata Boninsegna dilansir Sport.de.

Hal ini ditanggapi berbeda oleh kubu Gladbach. Mereka menganggap Boninsegna hanya berpura-pura pingsan.

"Kemenangan ini dicuri dari kami. Ya, dicuri. Saya yakin Boninsegna berpura-pura," kata Berti Vogts yang kala itu membela Gladbach.