Sejarah, Pembuat, hingga Filosofi Trofi Piala Dunia: Pernah Dicuri, Lalu Ganti yang Baru

Bola.com, Jakarta - Sejak Piala Dunia 1998 hingga 2022, ada 32 negara yang bersaing memperebutkan trofinya.Total hanya ada delapan negara yang pernah menggenggam trofi Piala Dunia sejak turnamen itu mulai digelar.

Turnamen yang berlangsung empat tahun sekali ini digelar sejak 1930. Setelah tiga edisi berlangsung, Piala Dunia tidak digelar pada 1942 dan 1946 karena Perang Dunia II.

Selepas Perang Dunia, turnamen sepak bola paling akbar tersebut kembali dihelat pada 1950. Total sudah ada 21 edisi Piala Dunia yang FIFA gelar dari 1930 hingga terakhir kali berlangsung di Rusia pada 2018.

Brasil adalah negara yang paling sukses di Piala Dunia dengan koleksi lima gelar, disusul Italia dan Jerman yang masing-masing meraih empat titel.

Lagu bagaimana sejarah trofi Piala Dunia sejak 1930 hingga 2022? Siapa yang merancangnya? Simak penjelasannya berikut ini.

 

Dua Trofi Berbeda

Sepanjang sejarah Piala Dunia, ada dua jenis trofi yang diserahkan untuk tim juara. Trofi Jules Rimet dipakai sejak 1930 hingga 1970, dan trofi Piala Dunia FIFA sejak 1974 hingga kini.

Trofi Jules Rimet dirancang oleh pematung asal Prancis, Abel Lafleur. Nama trofi tersebut dipakai untuk mengenang Presiden FIFA ketiga yang menjabat paling lama yakni 33 tahun dari 1921 hingga 1954.

Adapun trofi Piala Dunia yang dipakai hingga sekarang dirancang oleh pematung asal Italia Silvio Gazzaniga.

 

Sejarah Trofi Jules Rimet

<p>Mantan pemain timnas Brasil Pele memegang replika trofi Jules Rimet. Trofi ini diberikan kepada pemenang Piala dunia. (ADRIAN DENNIS / AFP)</p>

Mantan pemain timnas Brasil Pele memegang replika trofi Jules Rimet. Trofi ini diberikan kepada pemenang Piala dunia. (ADRIAN DENNIS / AFP)

Trofi Jules Rimet terbuat dari perak sterling berlapis emas dan dengan dasar perunggu biru. Trofi tersebut tingginya 35 cm dan berat 3,8 kilogram. Bentuknya mirip cangkir segi delapan, yang dipegang oleh sosok bersayap yang merupakan Nike, Dewi Kemenangan Yunani.

Uruguay yang pertama kali mengangkat dan membawa pulang trofi ini pada 1930. Lalu selama Perang Dunia II, Italia yang menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938 yang menyimpannya.

 

Trofi Jules Rimet Hilang

Pada 20 Maret 1966, trofi Jules Rimet dicuri saat dipajang pada pameran di Westminster Central Hall untuk menyemarakkan jelang Piala Dunia edisi kedelapa, saat Inggris menjadi tuan rumah.

Trofi tersebut baru ditemukan tujuh hari kemudian. FIFA kemudian menyimpan rapat-rapat trofi itu, bahkan pemenang Piala Dunia hanya mendapatkan replikanya saja.

Juara Piala Dunia hanya menerima replika trofi, tetapi nama pemenang akan terukir di dasar piala yang asli. Tetapi akhirnya pada 1970, Trofi Jules Rimet diberikan ke Brasil sebagai negara pertama yang memenangi tiga edisi Piala Dunia.

Namun, piala itu dicuri lagi pada 19 Desember 1983 di Brasil. Setelah bertahun-tahun sang pencuri akhirnya tertangkap dan mengaku telah melebur piala itu.

 

Trofi Pengganti

Seorang suporter cilik timnas Australia berpose dengan replika Trofi Piala Dunia FIFA 2018sebelum pertandingan Grup C melawan Prancis di Kazan Arena, Kazan pada 16 Juni 2018. (BENJAMIN CREMEL / AFP)
Seorang suporter cilik timnas Australia berpose dengan replika Trofi Piala Dunia FIFA 2018sebelum pertandingan Grup C melawan Prancis di Kazan Arena, Kazan pada 16 Juni 2018. (BENJAMIN CREMEL / AFP)

Pada Piala Dunia 1974, FIFA meluncurkan trofi yang baru berukuran tinggi 36,8 cm dan terbuat dari lima kilogram emas padat 18 karat dengan dasar diameter 13 sentimeter, serta dilengkapi dua cincin perunggu. Trofi, yang berat totalnya 6,142 kg, menggambarkan dua sosok manusia menyambut planet bumi.

Trofi ini tidak bisa dimenangi secara definitif alias tidak ada juara bertahan yang mampu menjuarainya di edisi selanjutnya. Selain itu, tim juara tidak menyimpan trofi selama empat tahun, tetapi hanya diberikan replika.

Sumber: Marca