Sejarah Penyakit Keluarga Pengaruhi Resiko Jantung

INILAH.COM, Jakarta - Hati-hati jika ada saudara Anda yang meninggal akibat penyakit jantung saat berumur di bawah 60 tahun.

Jika itu terjadi, maka risiko Anda menderita penyakit jantung pun meningkat, menurut penelitian yang melibatkan jutaan orang di Denmark selama lebih dari tiga dekade.

Keluarga yang punya sejarah penyakit jantung pada usia dini dinilai membawa faktor risiko penyakit jantung untuk generasi mendatang, seperti dilansir Reuters.

Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang punya orang tua atau saudara yang mati muda karena masalah jantung punya risiko dua kali lipat lebih banyak menderita penyakit jantung koroner.

Kondisi itu menyebabkan adanya 'plak' di arteri jantung, meningkatkan risiko serangan jantung sebelum umur 50 tahun.

Mereka juga punya risiko dua kali lipat lebih banyak menderita aritmia ventrikular, irama jantung tidak normal yang menyebabkan kematian mendadak.

"Orang-orang harus mencari tahu sejarah penyakit yang ada di keluarga mereka, terutama penyakit kronis," kata Mattis Flyvholm Ranthe, kepala peneliti.

Antara 1978-2008, hampir 130.000 warga Denmark didiagnosa menderita penyakit kardiovaskular sebelum umur 50 tahun. Risiko itu meningkat ketika saudara tingkat pertama meninggal akibat penyakit jantung sebelum berumur 60 tahun.

Risiko itu semakin meningkat saat keluarga lapis dua seperti kakek-nenek juga meninggal di usia muda.

Semakin banyak saudara yang meninggal muda, risikonya pun semakin besar. [mor]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.