Sejoli Bunuh Diri di Apartemen Ciputat, Polisi: Mereka Cinta Sejati, Anak Baik-Baik

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menegaskan, sosok sejoli yang ditemukan tewas di Unit Apartemen, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) adalah anak baik-baik. Diketahui, RA (26) dan TP (23) meninggal akibat bunuh diri di sebuah apartemen Ciputat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, kedua korban tergolong anak baik-baik. Mereka terdaftar sebagai mahasiswa dan mahasiswi di salah satu Universitas kawasan Tangerang Selatan.

"Belum pernah (chek-in), dia bukan check in-an, mereka cinta sejati. Perlu diklarifikasi, mereka orang baik-baik," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Senin (9/1).

Sementara itu, saat ditemukan, posisi kedua korban bersebelahan dalam satu tempat tidur.

"Jangan dianggap tidak berpakaian, ini berpakaian lengkap. Saling menggenggam tangannya," ujar Zulpan.

Lebih lanjut, Zulpan enggan mengomentari motif korban nekat mengakhiri hidup. Dia hanya membocorkan kisah cinta mereka berdua mirip seperti film drama romansa Romeo and Juliet. "Iya seperti itu lah," ujar dia.

Tinggalkan Surat Wasiat

Kedua sejoli tersebut tinggalkan surat wasiat saat ditemukan tewas di kamar apartemen. Polisi meyakini surat itu ditulis oleh keduanya sebelum melakukan aksi bunuh diri.

Kabid Humas Polds Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan, surat ditujukkan kepada masing-masing keluarga.

"Sebelum terjadi peristiwa bunuh diri ini kedua sejoli tersebut telah membuat pesan dengan menuliskan pesan tulisan tangan mereka berdua. Semacam surat wasiat yang ditujukan kedua keluarga baik keluarga laki-laki maupun pihak perempuan," kata Zulpan.

Zulpan menegaskan, tidak bisa membeberkan secara mendetail isi surat wasiat. Zulpan mengatakan, isinya bersifat pribadi dan itu juga menjadi permintaan dari korban untuk tidak membocorkan ke publik.

"Pesan itu, kami tidak akan sampaikan ke publik," ucap dia.

Selain diperuntukkan ke keluarga, kedua korban juga menitipkan pesan ke kepolisian. Zulpan menyebut, intinya kasus dugaan bunuh diri tak usah diusut tuntas karena mereka melakukannya dengan penuh kesadaran.

"Kami telah memanggil kedua keluarga menyampaikan pesan-pesan mereka bahwa kedua keluarga telah memahami dan menerima. Sehingga pihak kepolisian telah memutuskan tidak melanjutkan proses lebih lanjut," ujar dia.

Zulpan menerangkan, Kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasilnya, ditemukan sejenis racun yaitu potas yang diduga menyebabkan kedua sejoli meninggal dunia.

"Penyebab kematiannya akibat potas yang diminum dan juga atas persetujuan kedua belah pihak khususnya keluarga meminta untuk tidak dilanjutkan secara forensik kepolisian untuk mengusut penyebabnya," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [rnd]