Sejoli Bunuh Diri di Hotel Ciputat, Korban Wanita Mahasiswa Universitas Pamulang

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejoli yang ditemukan tewas di Apartement Baileys City, Hotel Oyo, Ciputat, Tangerang Selatan salah satunya merupakan mahasiswi aktif di Universitas Pamulang (Unpam). Korban yakni TPN (23).

Wakil Rektor Rektor 3 Unpam, M. Wildan mengakui, TPN tercatat sebagai mahasiswi jurusan Sastra Inggris semester 10 kelas reguler.

"Secara data kami cek di sistem betul, semester 10 mahasiswa Sastra Inggris. Mahasiswa reguler," katanya melalui keterangannya, Jumat (6/1).

Dia mengatakan awalnya tidak mengetahui perihal TPN salah satu korban yang ditemukan tewas dalam sebuah kamar di hotel.

"Kami juga tidak begitu banyak tau informasinya ya. Kami tidak tahu banyak informasi tentang itu," tutupnya.

Sebelumnya, sejoli saling berpegang tangan saat ditemukan tewas di apartemen Baileys City Hotel OYO, Ciputat, Tangerang Selatan, diduga bunuh diri dengan minum potas. Potas adalah sebuah racun sejenis dengan sianida yang mematikan.

"Ya saling genggam tangan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Jumat (6/1).

Selain jenazah, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti dompet, amplop yang berisikan dua lembar surat. Surat tersebut diduga memang sengaja ditulis yang ditujukan untuk masing-masing orangtua korban.

Zulpan menerangkan, dalam surat tersebut merupakan wasiat untuk orangtua korban yang mengatakan untuk tidak mengusut penyebab kematian pasangan sejoli itu.

"Dalam surat yang ditinggalkan oleh kedua sejoli tersebut juga meminta kepolisian untuk tidak mengusut kematian mereka karena dilakukan atas kesadaran mereka berdua," jelasnya.

Dalam berita sebelumnya, dua muda-mudi dengan identitas Reynaldi Agustinus (26) dan Tri Putri Napitupulu (23) ditemukan tidak bernyawa lagi di sebuah apartemen Balleys City Hotel OYO, Ciputat, Tangerang Selatan.

Mereka ditemukan meninggal usai seorang house keeping pada kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB dan dilaporkan polisi.

Dalam temuannya, polisi sama sekali tidak menemukan adanya tindak kekerasan dalam tubuh korban. [fik]