Sejoli Terdakwa Aborsi 7 Janin di Makassar Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sidang perkara aborsi tujuh janin dengan terdakwa Jumrianita Mangewa dan Salmon Panggau sudah diputus majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Sejoli itu dinyatakan bersalah dan dihukum lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Makassar.

Ketua Majelis Hakim Royke Harold Inkiriwang dan dua anggota lainnya, yakni Djulita Tandi M serta Purwanto S Abdullah, menyatakan Salmon Panggau bersalah melakukan tindak pidana aborsi. Salmon dinyatakan terbukti melanggar Pasal 77 a Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2004 Tentang Perlindungan Anak.

"Menyatakan terdakwa Salmon Panggau terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana aborsi. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun 4 bulan serta denda Rp20 juta subsider 2 bulan kurungan," ujar Royke membacakan vonis di Gedung CCC Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/11).

Vonis terhadap Salmon lebih ringan dibandingkan tuntutan. Sebelumnya, JPU meminta Salmon dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp20 juta subsider 4 bulan kurungan.

Terdakwa dan JPU Pikir-Pikir

Tak hanya Salmon, majelis hakim juga memberikan vonis lebih ringan dari tuntutan kepada Jumrianita Mangewa. Sebelumnya Jumrianita dituntut JPU dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara, denda Rp20 juta subsider 4 bulan kurungan.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp20 juta subsider dua bulan kurungan," kata Royke.

Jumrianita terbukti melanggar Pasal 77 a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak. Atas putusan tersebut, baik Salmon dan Jumrianita pikir-pikir untuk mengajukan banding.

"Pikir-pikir dulu Yang Mulia," ujarnya.

Tak hanya kedua terpidana, JPU Kejari Makassar, Indah Putri J Basri juga pikir-pikir untuk melakukan banding atau tidak. Ia mengaku akan berkonsultasi dahulu dengan pimpinannya. [yan]