Sejumlah Daerah Persiapkan Penerapan New Normal

Ridho Permana, Ahmad Farhan Faris

VIVA – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mempersiapkan penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal meskipun wabah corona COVID-19 masih belum hilang dari Indonesia. Karena, Jokowi ingin masyarakat tetap produktif tapi juga aman dari COVID-19.

Nah, sejumlah pemerintah daerah juga sedang melakukan persiapan untuk menuju tatanan kehidupan baru seperti yang direncanakan oleh pemerintah pusat, di antaranya daerah Provinsi Jawa Barat seperti Kota Bandung, Kota Bogor, Makassar, Sumatera Selatan.


Provinsi Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Kang Emil) mengatakan pihaknya tetap berpatokan pada level kewaspadaan. Menurut dia, penerapan new normal itu tidak boleh sama antara zona merah dengan new normal di zona kuning, zona biru, zona hijau dan sebagainya.

“Kita tetap waspada. Jadi istilahnya bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi adaptasi terhadap situasi baru,” kata Kang Emil seperti disiarkan tvOne yang dikutip pada Kamis, 28 Mei 2020.

Ia mengatakan adaptasi yang dimaksud adalah pelan-pelan kegiatan ekonomi akan dibuka tapi dengan cara baru, makanya lagi disiapkan protokol kesehatan COVID-19. Menurutnya, semua toko atau harus bikin surat pernyataan siap mematuhi protokol baru dan siap diberi sanksi jika melanggar.

“Ya jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Ini dikawal TNI/Polri selama 14 hari, nanti dilakukan simulasi,” ujarnya.

Makassar, Sulawesi Selatan

Wilayah Makassar juga sedang melakukan persiapan untuk menerapkan tatanan kehidupan baru di tengah pandemi COVID-19 pada awal Juni 2020. Sehingga, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bersama TNI dan Polri melakukan rapat gabungan.

Seperti disiarkan tvOne, rencananya tim gabungan ini terdiri dari 70 persen TNI, 30 persen Polri akan melakukan pengawasan di sejumlah tempat seperti mal, pasar dan tempat berkumpulnya orang.

Palembang, Sumatera Selatan

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mendukung rencana pemerintah pusat untuk menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal. Malah, Herman sudah tak sabar lagi untuk menerapkan new normal.

Kota Bandung

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan pihaknya masih mempelajari pedomen new normal. Namun, ia mengklaim bahwa pengendalian pandemi di Kota Bandung sudah cukup baik. Sehingga, terlihat ada ruang pada saat dimensi lain juga harus bergerak.

“Misalnya dimensi ekonomi, sosial, budaya, keagamaan. Kan tidak mungkin juga kita terus dalam kehidupan seperti ini, kita siapkan itu. Tapi yang punya otoritas dalam kebijakan tentunya wali kota, nanti kami paparkan dihadapan tim gugus tugas kota,” kata Sumarna seperti disiarkan tvOne.

Kota Bogor

Wakil Wali Kota Bogor, Dedi A Rahum mengatakan wilayah Kota Bogor sesuai arahan Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil sudah masuk zona kuning dan tidak lagi zona merah. Makanya, ada beberapa modifikasi yang disarankan Gubernur Jawa Barat agar 60 persen kegiatan perekonomian masyarakat bisa dilaksanakan sekarang.

“Maka kami mencoba untuk menyesuaikan dengan kondisi terakhir. Kita perbolehkan operasional menyesuaikan kondisi baru, tetap pengetatan dalam jaga jarak, pakai masker dan lainnya,” katanya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin masyarakat produktif dan tetap aman dari wabah COVID-19. Karena menurut dia, masyarakat harus berkompromi dan bisa hidup berdampingan dengan virus tersebut.

Karena informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), meskipun kurva sudah agak melandai atau jadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya, masyarakat harus berdampingan hidup dengan covid. 

"Yang penting, masyarakat produktif dan aman dari COVID-19. Berdampingan itu justru tidak menyerah, tapi menyesuaikan diri. Kita lawan keberadaan virus COVID-19 dengan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat," kata Jokowi.

Menurut dia, pemerintah akan mengatur agar kehidupan berangsur-angsur kembali berjalan normal sambil melihat fakta-fakta di lapangan. Sebab, keselamatan masyarakat harus tetap prioritas.

“Kehidupan kita pasti berubah untuk mengatasi wabah ini. Itu keniscayaan, itu adalah yang oleh banyak orang disebut new normal atau tatanan kehidupan baru," ujarnya.

Baca juga: ?Bekasi Buka Mal Setelah Jakarta Terapkan New Normal