Sejumlah Langkah XL Axiata Penuhi Tingginya Trafik Data saat Libur Lebaran

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - XL Axiata memprediksi pada libur Lebaran tahun 2021 ini akan ada lonjakan trafik data dan telekomunikasi sebesar 20 persen dibandingkan hari biasa.

Namun, XL Axiata memastikan siap untuk memenuhi kenaikan trafik tersebut berkat sejumlah persiapan yang dilakukan.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, sejak jauh hari, tim telah menyiapkan jaringan telekomunikasi dan data secara cermat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran tahun ini.

"Meskipun ada larangan mudik, trafik kemungkinan tetap akan naik secara signifikan seperti Lebaran tahun lalu. Kami memperkirakan trafik akan meningkat sekitar 20 persen di layanan data," kata Gede, dalam keterangan XL Axiata, Jumat (7/5/2021).

Adapun beberapa persiapan yang dilakukan XL Axiata antara lain adalah meningkatkan kapasitas hingga 2 kali lipat dibandingkan kondisi normal.

Tidak hanya itu, tim di XL Axiata juga mengoptimisasi jaringan di area permukiman dan lokasi tujuan wisata. Peningkatan kualitas jaringan juga dilakukan di sepanjang jalur transportasi darat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Perusahaan juga menyiapkan skenario rekayasa jaringan jika terjadi kepadatan trafik di suatu lokasi. Selain itu, XL Axiata juga mengerahkan sekitar 40 unit mobile BTS di berbagai lokasi yang diperkirakan mengalami lonjakan trafik.

Aplikasi Pemicu Lonjakan Trafik

Ilustrasi XL Axiata (Foto: XL Axiata).
Ilustrasi XL Axiata (Foto: XL Axiata).

Dalam kesempatan yang sama, Gede menyebut, ada berbagai platform digital yang diprediksi akan memicu lonjakan trafik. Misalnya, aplikasi streaming video/musik, pesan instan, gim, dan media sosial akan mendominasi trafik data.

Begitu juga dengan layanan video conference dan video call yang diprediksi akan mengalami peningkatan penggunaan karena dipakai sebagai sarana silaturahmi.

Selain persiapan di atas, persiapan jaringan lainnya yang dilakukan XL Axiata adalah pengaturan trafik internet ke arah upstream arah Malaysia dan Australia menjadi 1,5x dan menggunakan 2 exchange Singapura dan Australia.

Selanjutnya, XL Axiata juga telah mengidentifikasi sekitar 800 titik lokasi yang menjadi pusat mobilitas masyarakat antara lain pusat perbelanjaan dan lokasi wisata serta tempat ibadah.

Meski ada larangan mudik, optimisasi jaringan tetap dilakukan di sepanjang jalur tol Jawa dan Sumatera, bandar udara, terminal bus antarkota, pelabuhan penyeberangan, stasiun kereta.

XL Axiata tetap memastikan kualitas jaringan di semua wilayah layanan, termasuk di berbagai kota dan area yang selama ini dikenal sebagai tujuan utama mudik.

Meski kemungkinan tidak seramai Lebaran sebelum pandemi, perusahaan tetap mengantisipasi agar tetap bisa memenuhi kebutuhan telekomunikasi dan data para pelanggan.

Rekayasa Pengalihan Trafik

Perusahaan pun tetap merekayasa pengalihan atau pemecahan trafik jika terjadi lonjakan trafik di suatu daerah.

“Kami juga telah menyiapkan antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi accident yang tidak terduga, seperti misalnya banjir, gempa bumi, dan sebagainya yang sifatnya bencana alam atau juga karena faktor teknis, yang berpotensi menyebabkan terputusnya jaringan," kata Gede.

Salah satunya dengan menyiapkan tim lapangan yang standby 24 jam selama masa libur. Selain itu juga akan ada tim yang memantau kondisi jaringan XL Axiata melalui Customer Experience and Service Operation Center (CE&SOC) yang ada di kantor pusat di Jakarta.

Sebelumnya pada Lebaran tahun lalu, XL mencatat ada kenaikan trafik sekitar 25 persen. Saat ini XL Axiata memiliki 56,02 juta pelanggan. Untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi dan data, XL Axiata mengoperasikan lebih dari 147 ribu BTS, 57 ribu di antaranya adalah BTS 4G.

(Tin/Ysl)