Sejumlah Polisi Keroyok 4 Remaja di Ternate hingga Babak Belur

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Ternate - Sejumlah polisi di Kota Ternate mengeroyok empat remaja hingga babak belur. Polda Maluku Utara kini tengah memeriksa sejumlah oknum polisi tersebut.

Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol Adip Rojikan, Rabu (29/9/2021) mengatakan, Bidang Propam Polda Malut sudah memeriksa empat orang anggota yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sementara korban atas nama Rahmandhani (18), Syahril (20), Rusian, dan Buaiman.

"Setiap orang yang melakukan pengeroyokan, baik itu oknum anggota polisi maupun masyarakat tetap diproses hukum," katanya.

Bidang Propam telah melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan anggotanya saat kejadian pengeroyokan empat remaja. Adip mengatakan, anggota polisi langsung bergerak cepat menindaklanjuti insiden pengeroyokan di Kota Ternate yang terjadi pada Minggu (26/92021) tersebut.

Kasus pengeroyokan empat remaja ini dipicu adanya dugaan pemukulan terhadap seorang anggota polisi dan telah membuat laporan resmi ke kepolisian.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kata Ditreskrimum Polda Malut

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Malut juga telah mengamankan tiga orang pemuda yang diduga terlibat kasus pengeroyokan terhadap anggota polisi yang terjadi sebelumnya. Sedangkan empat pemuda yang menjadi korban pengeroyokan anggota polisi, sampai saat ini belum dilakukan pemeriksaan karena kondisi belum membaik.

Polda Malut menyatakan, siapa pun yang menjadi tersangka akan mendapati sanksi sesuai aturan yang berlaku, baik oknum anggota polisi maupun pemuda.

Dirinya berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, karena setiap kejadian yang berlawanan dengan hukum, Polda Malut pastikan akan diproses.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel