Sejumlah Siswa SD di Depok Keracunan Roti Promo, Ini Kronologinya

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah murid di SDN 01 Pengasinan, Depok keracunan. Diduga, keracunan yang dialami karena mengonsumsi roti yang dibagikan gratis oleh salah satu produsen.

"Semua siswa SDN 01 Pengasinan kelas 6, usia 12 tahun," kata Kasie Humas Polres Metro Depok AKP Fitri, Rabu (25/1).

Dugaan keracunan massal ini bermula ketika ada seorang sales dari produsen roti menghubungi pihak sekolah pada hari Senin (23/1) sekitar jam 19.30 WIB. Sales tersebut meminta izin pada Kepala Sekolah untuk melakukan promosi pada Selasa (24/1).

"Keesokan harinya (Selasa) jam 09.30 WIB datang tiga orang sales ke sekolah," ujarnya.

Tim sales datang menggunakan satu unit mobil boks dan bertemu Kepala SDN 01 Pengasinan. Kemudian tim sales membagikan roti kepada siswa.

"Setelah siswa memakan roti pembagian tersebut, ada 13 orang yang mengeluh sakit perut dan mengalami diare," bebernya.

Diduga, diare yang mereka mengalami gejala karena mengonsumsi roti yang sudah kedaluwarsa. Tertera di bekas bungkus roti yang sudah dimakan, tanggal adalah 22 dan 23 Januari 2023. Sedangkan roti yang belum kedaluwarsa tertanggal 27 Januari 2023.

"Kemudian orang tua murid melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bojongsari. Kemudian piket fungsi bersama Pawas dan petugas puskesmas Pengasinan mendatangi TKP untuk mendata dan langkah tindakan lebih lanjut," katanya.

Sementara itu, Rosita salah satu orang tua murid mengatakan, dari pengakuan pihak produsen sudah memeriksa tanggal kedaluwarsa roti. Saat itu dipastikan roti yang akan diberikan aman. Roti dikonsumsi siswa namun ternyata diduga ada yang sudah kedaluwarsa dan mengakibatkan murid mual dan muntah.

"Itu pada Selasa pihak sekolah kedatangan tamu dari salah satu produsen roti. Jadi mereka itu promo sampel dibagi-bagi gratis buat anak sekolah. Nah sebelum itu pihak sekolah lain juga udah dibagi-bagiin, tapi kebetulan nggak bermasalah, nggak kedaluwarsa," kata Rosita ditemui di Polres Metro Depok.

Dikatakan, roti yang telah lolos sortir diangkut ke sekolah menggunakan satu mobil yang di dalamnya ada beberapa kardus roti yang sudah kedaluwarsa. Roti kedaluwarsa tersebut tidak dipisahkan dengan roti yang akan dibagikan ke siswa. Tak lama setelah siswa makan roti tersebut, belasan siswa muntah dan sakit perut.

"Mereka rebutan ke toilet kemarin. Pas di rumah mereka bilang (ke orang tua) dan kami tanya habis makan apa. Katanya makan roti di sekolah," ungkapnya.

Karena banyak yang mengalami kejadian serupa, dirinya langsung menghubungi sekolah. Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan manajemen roti tersebut. Kedua belah pihak masih melakukan mediasi atas kasus ini.

"Tadi juga pihak roti itu juga konfirmasi ke sekolah, ketemu sama kita juga," jelas dia.

Para korban juga kemarin langsung melapor ke kepolisian. Tim identifikasi dan dokkes Polres sudah ke lokasi sekolah.

"Kita lapor sama polisi, memang polisi reaksinya cepat, hari itu juga, malam itu juga semua datang, dari Polres Depok. Bagian lab, dokternya semua datang. Paginya tadi kami dihubungi, pihak roti ini bertemu dengan pihak orang tua murid yang terkena korban roti kadaluarsa," katanya. [lia]