Sejumlah Titik di Tol Cipali Rawan Longsor, Ini Penyebabnya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jalan Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) Km 122+400 arah Jakarta longsor pada Selasa, 9 Februari 2021. Hal itu menyebabkan pengguna jalan tol harus melalui sistem lawan arus (contraflow) sepanjang 1 km hingga jalan darurat selesai 10 hari.

Tak hanya Km 122, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ada sejumlah spot lain di Tol Cipali yang rawan ambles.

Menteri Basuki menjelaskan beberapa alasan Jalan Tol Cipali Km 122 ambles, seperti karakteristik tanah yang ekspansif dan adanya sistem drainase yang tidak dilapisi lining.

"Kami bersama dengan Bina Marga, BPJT, BUJT yang sekarang melihat beberapa lokasi yang hampir sama dengan ini (Km 122) kondisinya. Yang tanahnya ekspansif dan topografinya sama dengan drainase yang sama," terangnya di Tol Cipali Km 122, seperti dikutip Sabtu (13/2/2021).

Menurut Menteri Basuki, rembesan air yang masuk ke badan jalan tol membuat tanah terkena proses gelinciran (sliding) sehingga membuat jalan tol longsor.

"Kalau gelincir gini pasti ada air yang masuk. Bukan karena sungai yang meluap di sana, pasti ada air yang masuk. Sehingga kami akan mengatasi itu di lokasi lain supaya tidak ada air yang merembes ke badan jalan yang menyebabkan gelincir ini," tuturnya.

"Kita lihat laporannya, guard rail-nya tetep lurus tapi di bawah tanah sliding, sedangkan guard rail-nya masih lurus. Ini akan kita lihat di lokasi lain supaya tidak terjadi hal yang sama," tambah Menteri Basuki.

Sementara Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Firdaus Azis mengutarakan, pihaknya selaku operator Tol Cipali akan memetakan mana saja titik yang rawan longsor dengan menggunakan drone.

"Saat ini kita sedang menuju konsultan yang ahli untuk melihat apakah ada anomali di perbedaan ketinggian di jalan dibandingkan desain awal. Di situlah kita akan cek apakah akan ada pergeseran atau tidak. Itu bentuk preventif kita," ungkapnya.

Tol Cipali Amblas, Biaya Logistik Naik 20 Persen

Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono meninjau langsung ke lokasi Tol Cipali ambles. Liputan6.com/Maulandy
Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono meninjau langsung ke lokasi Tol Cipali ambles. Liputan6.com/Maulandy

Perkumpulan Perusahaan Multimoda Transport Indonesia (PPMTI) terpaksa menambah biaya logistik sebesar 10 hingga 20 persen, dampak amblasnya Jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 122 dari Cirebon arah Jakarta.

“Ini ongkos angkut terpaksa perusahaan menambah biaya yang tak sedikit 10 persen sampai dengan 20 persenan,” kata Sekjen PPMTI Kyatmaja Lookman saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (10/2/2021).

Kyatmaja sebelumnya berpikir bahwa tol Cipali merupakan alternatif jalan yang bisa digunakan selain jalur pantura. Namun kini jalan di tol Cipali malah amblas, sehingga membuat aktivitas logistik terhambat.

“Iya kita juga susah ini banjir dimana-mana, jalur pantura lumpuh, Cipali dipikir bisa jadi alternatif. Ternyata amblas juga,” katanya.

Padahal ia mengaku senang adanya tol Cipali, karena pihaknya bisa menghindari jalan Pantura yang selalu mengalami kemacetan. Tapi kini kedua akses jalan bermasalah, dan itu membuat pengusaha logistik menambah biaya logistiknya hingga 20 persenan.

“Nah ini dia, berharap naik tol lancar malah tidak ya. Kita menghindari jalan pantura kan takut nanti selain menyebabkan macet. Kalau ambil jalur selatan muternya terlalu jauh, takut rusak truknya. mudah-mudahan bisa cepat terselesaikanlah,” katanya.

Adapun berdasarkan informasi Direktur Operasional Astra Tol Cipali, Agung Prasetyo, intensitas hujan yang tinggi jadi penyebab Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) arah Jakarta di KM 122+400, ambles, pada Selasa (9/2/2021). Tak hanya ambles, kondisi jalan bahkan terbelah dengan kedalaman sekitar setengah meter.

Kini jalan ambles di Tol Cipali KM 122 ditutup sementara untuk perbaikan. Rencananya proses perbaikan diperkirakan akan berlangsung selama 1,5 bulan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: