Sekarang Enggak Bebas Lagi Main TikTok

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Aplikasi video pendek asal China, TikTok, mengumumkan beberapa fitur di aplikasinya untuk memerangi penindasan dan pelecehan. Pertama, filter All Comment yang memungkinkan pemilik akun memilih komentar mana yang akan muncul di bagian balasan.

Jika fitur ini diaktifkan maka hanya komentar yang disetujui oleh pembuat video yang bisa ditampilkan di kolom komentar. Anak usaha ByteDance Technology itu juga sudah memiliki fitur yang memungkinkan pengguna menyaring spam dan komentar berbahaya.

Baca: TikTok Kena Getok di Eropa

Berikutnya, yang kedua adalah fitur yang meminta pengguna untuk mempertimbangkan kembali memberikan komentar yang 'tidak pantas atau tidak baik', yang melanggar pedoman komunitas TikTok. Platform akan memberi kesempatan pengguna untuk mengedit komentar sebelum diposting.

Head of Product Policy TikTok Europe, Middle East and Africa, Julie de Bailliencourt, mengatakan platformnya fokus pada penyediaan pengalaman yang menghibur dan aman bagi pengguna.

"Pembuat konten melakukan upaya yang luar biasa dalam membuat konten, dan penting bagi kami untuk memberikan alat guna membantu mereka mengontrol pengalaman mereka," ujarnya, seperti dikutip dari situs Mashable, Minggu, 14 Maret 2021.

Raksasa teknologi tersebut ingin terus menjadi tempat di mana kreativitas dapat berkembang. Mereka juga berharap fitur-fitur baru ini akan membantu menumbuhkan kebaikan di komunitas.

Selain fitur anti-pelecehan ini, pengguna akan diarahkan ke sumber daya yang mendukung gangguan makan dengan menelusuri tagar #edrecovery, #proana, atau istilah lain yang berkaitan dengan gangguan makan.

Kemudian, untuk layanan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pemulihan gangguan makan akan muncul di tagar #whatieatinaday, #emotionaleatingtips, dan #bingerecovery untuk seluruh pengguna di tiga negara tersebut.