Sekati Ing Mal jadi wadah promosi produk sentra IKM Yogyakarta

Pameran Sekati Ing Mal yang digelar untuk tahun kedua pada 2022 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan fasilitasi promosi kepada pelaku sentra industri kecil menengah di kota tersebut untuk memperkenalkan produknya.

“Sama seperti tahun lalu, kami fokus pada sentra industri kecil menengah (IKM) yang bergerak di sektor kerajinan, fesyen, dan kuliner karena memang ketiga sektor tersebut paling banyak digeluti di Yogyakarta,” kata Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto di Yogyakarta, Selasa.

Pameran akan diselenggarakan di tiga pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta yaitu di Malioboro Mal, Lippo Mal, dan Galeria Mal pada 5-10 Oktober 2022 dengan total 80 pelaku IKM.

Baca juga: IKM pangan binaan Kemenperin tembus pasar dunia

Pameran di Malioboro Mal dan Galeria Mal akan difokuskan untuk produk kerajinan dan fesyen, masing-masing diikuti 40 IKM dan 30 IKM. Sedangkan produk kuliner akan dipamerkan di Lippo Mal diikuti 10 IKM.

“Seluruh produk yang akan tampil dalam pameran sudah melalui kurasi sehingga dipastikan memiliki kualitas yang baik,” katanya.

Menurut Tri Karyadi, pameran Sekati Ing Mal yang diluncurkan perdana pada tahun lalu mendapat sambutan yang baik dari pelaku IKM di Kota Yogyakarta sehingga diputuskan untuk digelar rutin tahunan.

“Kegiatan ini menjadi calendar of event Pemerintah Kota Yogyakarta dan juga menjadi rangkaian HUT ke-266 Kota Yogyakarta,” katanya.

Melalui pameran tersebut, Tri Karyadi berharap, pelaku IKM di Kota Yogyakarta mampu terus bangkit dari kondisi yang sulit selama pandemi COVID-19, sekaligus meningkatkan produktivitas, dan daya saing sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

“Kami juga berharap, masyarakat akan semakin mengenal produk lokal Yogyakarta dan semakin cinta menggunakan produk dalam negeri karena kualitasnya semakin baik,” katanya.

Baca juga: Kemenperin-Kemsetneg gelar program pembinaan IKM anggota Colombo Plan

Selain pameran, Sekati Ing Mal yang pada awalnya digelar untuk mengisi kekosongan event karena tidak ada Pasar Malam Perayaan Sekaten, juga akan diisi berbagai kegiatan seperti fashion show produk desainer Yogyakarta hingga talk show.

“Juga akan ada lomba fashion show yang bisa diikuti oleh pengunjung. Harapannya, kegiatan akan semakin meriah dan produk unggulan dari pelaku IKM di Kota Yogyakarta mendapat pasar yang semakin luas,” katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta sudah menetapkan 30 sentra IKM yang tersebar di seluruh kecamatan, 14 kecamatan, di antaranya batik, perak, jamu, tahu, aluminium, jajanan pasar, rajut, dan kulit.