Sekda Papua Barat ajak warga dukung sensus penduduk lanjutan

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Nathaniel Mandacan mengajak masyarakat setempat untuk mendukung kegiatan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan (SP 2020--Lanjutan) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Nathaniel Mandacan di Manokwari, Sabtu, mengatakan SP 2020 Lanjutan sangat strategis, selain untuk menghimpun data kependudukan menjadi satu, produk yang dihasilkan juga memberikan manfaat yang sangat besar bagi daerah dalam perencanaan pembangunan.

"Sudah menjadi keharusan bagi kita semua untuk mendukung pelaksanaan hajatan besar bangsa ini melalui SP 2020 Lanjutan," kata Mandacan.

Baca juga: BPS Bogor sensus 49.888 rumah tangga dengan 83 pertanyaan

Kegiatan SP 2020 Lanjutan telah dilakukan sejak pertengahan Mei hingga akhir Juni mendatang.

Menurut Mandacan, bentuk dukungan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan dimaksud, berupa menerima kedatangan petugas sensus pada rumah tangga terpilih dan memberikan jawaban benar dan jujur hingga periode pencacahan berakhir pada 30 Juni 2022.

"Kunci utama kesuksesan Sensus Penduduk 2020 adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa," ujarnya.

Baca juga: BPS: Long Form SP2020 Kabupaten Sikka sasar 6.000 rumah tangga

Sekda Papua Barat menginstruksikan seluruh Pemkab/Pemkot wajib mendukung pelaksanaan SP 2020 Lanjutan.

Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaelapia menjelaskan bahwa sensus penduduk 2020 merupakan sensus penduduk ke-7, di mana proyeksi data yang diperoleh melalui sensus itu dapat digunakan hingga tahun 2050.

SP 2020 Lanjutan kali ini digelar untuk mengumpulkan data terkait parameter demografi, pendidikan, disabilitas, ketenagakerjaan maupun perumahan.

Di Papua Barat cakupan SP 2020 Lanjutan sebanyak 49.584 rumah tangga pada 3.099 blok sensus yang tersebar di 13 kabupaten/kota dengan melibatkan sebanyak 915 petugas sensus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel