Sekda Pemalang Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Jalan

Merdeka.com - Merdeka.com - Polda Jateng menetapkan Sekda Kabupaten Pemalang MA sebagai tersangka korupsi pembangunan jalan di Pemalang tahun 2010. Kerugian negara akibat ulah MA mencapai Rp1 miliar.

"Rencana MA akan kita panggil untuk pemeriksaan tersangka kasus korupsi. MA ini dulu Kepala Dinas PU pada tahun 2010. Tersangka belum dilakukan penahanan karena kooperatif selama proses pemeriksaan saksi," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, Selasa (19/7).

Kasus korupsi dana pembangunan jalan paket 1 dan paket 2 di Kabupaten Pemalang 2012 terungkap setelah melibatkan berbagai pihak. Di antaranya empat pelaku sudah diproses hukum.

Keempat tersangka tersebut merasa tidak terima dan merasa dirugikan karena menjalani hukuman sendiri. Pasalnya, saat itu Kepala PUPR, MA Kabupaten Pemalang disebut turut terlibat.

"Empat pelaku melaporkan ke kami keterlibatan MA dalam kasus korupsi yang merugikan negara senilai Rp1 miliar," jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara, modus MA meminta pelaksanaan pencairan dana pembagunan 100 persen dengan tujuan memaksa pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk menandatangani kontrak tersebut.

Progres pembangunan baru 73 persen. Namun yang menjadi persoalan uang yang didapat dari pencairan dana diberikan bukan dari pemenang lelang atau proyek.

"Perbuatan MA itu sudah melawan hukum yaitu dengan mencairkan dana 100 persen dari pembangunan jalan paket 1 dan paket. Setiap paket 1 dan 2 proyek jalan senilai sekitar Rp3 milliar," ujarnya.

Tak hanya itu, MA juga telah memberikan uang sebesar Rp500 juta kepada PT Astha Saka. Padahal, perusahaan tersebut bukan pemenang proses lelang proyek.

"Kita lakukan pemeriksaan pendalaman dan penyitaan dari Astha Saka dan penyitaan uang sebesar Rp500 juta. Saudara MA terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara Undang-Undang Pindana Korupsi," pungkasnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel