Sekelompok Pemuda Hindu dan Muslim Baku Hantam di Inggris Gara-Gara Kriket

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekelompok pemuda Hindu dan Muslim di Leicester, Inggris bentrok pada akhir pekan lalu. Kepolisian Leicester sampai mengerahkan polisi anti huru hara. Sebanyak 15 orang ditangkap dalam kerusuhan tersebut.

Penyebab bentrokan diyakini akibat ketegangan yang memanas setelah pertandingan kriket dalam Piala Asia antara India dan Pakistan pada Agustus lalu.

Setelah pertandingan, bentrokan pecah di Belgrave, Leicester. Polisi menangkap delapan orang dalam bentrokan itu. Namun bentrokan kembali terjadi pada 5 September dan sebanyak 27 orang ditahan serta diinterogasi polisi untuk mengetahui akar masalah.

Namun penangkapan dan penahanan tidak mampu untuk menahan terjadinya bentrokan. Penyebabnya adalah hasutan di media sosial yang dilakukan pemuda Muslim dan Hindu.

"Komentar dan rumor yang menghasut yang diunggah di media sosial mengobarkan ketegangan," jelas Wali Kota Leicester, Sir Peter Soulsby, dikutip dari The Telegraph, Selasa (20/9).

Kepolisian Leicester mengecam kekerasan tersebut dan menyerukan digelar dialog dari perwakilan kedua komunitas itu. Agar dialog kondusif, polisi dan unit khusus diterjunkan.

"Petugas mengetahui ada kelompok pemuda yang berkumpul pada hari Minggu sore di daerah Evington Utara kota itu," kata juru bicara kepolisian Leicester.

"Petugas berbicara kepada mereka dan mengambil langkah-langkah, termasuk memasang garis polisi sementara, untuk meminimalkan bahaya dan gangguan terhadap masyarakat," lanjutnya.

"Dampak gangguan ini terhadap komunitas lokal tidak dapat kami terima. Kami tidak akan mentolerir kekerasan, kekacauan atau intimidasi di Leicester dan kami terus menyerukan ketenangan dan dialog. Operasi dan penyelidikan polisi terus berlanjut."

Wali Kota Soulsby mengungkapkan dia bingung dengan kerusuhan itu sebab Leicester biasanya sangat damai dan setiap komunitas memiliki hubungan yang baik.

Wali kota pun menyalahkan orang-orang yang menyebarkan komentar dan video di media sosial sebagai dalang dari kerusuhan itu.

"Saya telah melihat cukup banyak di media sosial yang sangat, sangat, sangat menyimpang sekarang dan beberapa di antaranya benar-benar berbohong tentang apa yang telah terjadi di antara komunitas yang berbeda," kata Soulsby.

"Saya telah berbicara dengan banyak pemimpin komunitas dan mereka melakukan apa yang mereka bisa untuk membawa Leicester menjadi normal karena di Leicester, normal adalah hubungan yang sangat baik antara orang-orang dari kepercayaan yang berbeda," paparnya.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]