Sekelompok Penagih Utang Pinjaman Online Bawa Senjata Tajam, Lakukan Penganiayaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Anak pesinden Anik Sunyahni, Ade Putra Cahya Utama (28) menjadi korban penganiayaan sekelompok penagih utang, Selasa (26/4). Sejumlah orang yang melakukan penganiayaan ini diduga merupakan kelompok penagih pinjaman online (pinjol).

Anik Sunyahni menceritakan, penganiayaan terjadi di kediamannya di Dusun Keniten, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (26/4) sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa bermula saat ada ada tiga orang penagih utang mengendarai dua sepeda motor menyambangi rumahnya. Ketiganya mencari seorang perempuan berinisial B yang sempat indekos di rumah Anik.

Perempuan berinisial B asal Gunungkidul itu diduga terjerat pinjaman online. Anik merinci setidaknya penagih utang ini sudah enam kali datang ke rumahnya. Dari enam kali datang, mereka tak pernah ketemu dengan B karena sosok yang dicari sudah pindah kos.

"Saya bilang ke orang yang nagih hutang itu; supaya jangan sering-sering ke sini karena orang yang dicari tidak ada. Orangnya malah marah-marah, anak saya pas bangun tidur dengar saya dimarahi sama orang yang nagih utang langsung keluar dan melerai," kata Anik, Jumat (29/4) di rumahnya.

Saat melerai ini kemudian sempat terjadi cek-cok antara penagih utang dengan anak Sunyahni. Masalah diselesaikan dengan damai dan saling memaafkan. Kemudian pihak penagih utang pergi dari rumah Anik.

Bawa Senjata Tajam

Tak lama berselang, tiba-tiba datang puluhan orang ke rumah Anik. Rombongan ini langsung menyerang orang yang ada di dalam rumah Anik, termasuk sang anak, Putra jadi sasarannya.

"Mereka datang banyak sekali bawa senjata tajam. Saya bisanya teriak Allahu Akbar, Allahu Akbar gitu. Saya lari, kalau gak lari mungkin kena tusuk juga," tutur Anik.

Sementara anak Anik, Putra mengatakan, ada tiga buah mobil yang datang ke rumahnya. Kedatangan tiga mobil ini usai tiga penagih utang yang datang awal sudah pulang.

"Salah satu ketuanya turun dari mobil lalu bilang 'siapa yang mau pukul adik saya?' Lalu saya bilang 'gimana?' cerita Putra.

Tiba-tiba ada yang memukul Putra dari belakang. Saat itu ada serombongan orang yang kemudian membawa senjata tajam mau menyerangnya.

Putra menemui salah seorang ketua rombongan yang menyerangnya. Putra dipertemukan oleh salah seorang penagih utang yang awalnya datang ke rumahnya.

Dia meminta agar masalah ini diselesaikan baik-baik. Putra pun menyarankan jika masalah itu diselesaikan dengan jantan yaitu satu lawan satu.

"Saya kemudian ditampar, dilempar asbak dan dipukul. Saya lari karena dikejar orang bawa senjata tajam. Saya masuk ke dalam, pintu sempat dibacoki. Mungkin karena lihat ada kamera CCTV orang itu lalu mundur," urai Putra.

Putra menambahkan rombongan yang menyerang ini meninggalkan lokasi usai petugas kepolisian datang ke rumahnya. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel