Sekeluarga Ditebas Pemuda Stres, Satu Tewas, Tiga Kritis

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Warga Gampong Sukarame, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, tadi malam geger akibat mengamuknya seorang pemuda yang diduga stres dan menyerang satu keluarga di desa tersebut dengan menggunakan sebilah parang. Dari lima korban yang jadi sasarannya, seorang tewas, tiga kritis, dan seorang lainnya luka ringan.

Pelaku bernama Rusdi (28) yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba itu mengamuk sekitar pukul 19.30 WIB, Selasa (5/3/2013). Setelah mengeksekusi korbannya, pelaku kabur dan hingga pukul 23.00 WIB tadi malam masih diburu oleh masyarakat bersama aparat kepolisian dari Polsek Makmur dan Polres Bireuen. Menurut laporan, pelaku kabur ke kawasan hutan.

Korban tewas akibat aksi brutal Rusdi bernama Amiruddin Ismail (50). Sedangkan adik sepupunya bernama Amirullah (35) bersama menantunya, Sabri (30), dan keponakannya, M Yasir (16) kritis. Selain itu, adik kandung Amiruddin Ismail yaitu Rusli (42) mengalami luka ringan.

Beberapa saat pascainsiden itu, masyarakat melarikan semua korban ke Puskesmas Makmur yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Gampong Sukarame. Amiruddin dan Amirullah segera

dirujuk ke RSUD Bireuen, namun ketika dalam penanganan tim medis, sekitar pukul 21.15 WIB, Amiruddin menghembuskan nafas terakhir. Korban tewas mengalami luka bacok di tengkuk, kepala, bahu, dan punggung belakang.

Hingga tadi malam, Amirullah masih dirawat intensif di RSUD Bireuen sedangkan dua korban kritis lainnya masih di Puskesmas Makmur. Perawatan juga dilakukan terhadap Rusli yang mengalami luka bacok di tangan.

Keterangan yang dihimpun Serambi Indonesia (Tribunnews Network) dari berbagai sumber menyebutkan, menjelang magrib kemarin, ketika Amiruddin pulang dari kebun, bertemu Rusdi sedang berdiri di jalan desa.

Sempat terjadi dialog antara keduanya. Namun secara mendadak, Rusdi menusuk Amiruddin sehingga korban menjerit minta tolong. Sedangkan pelaku langsung pulang ke rumahnya.

Warga yang melihat insiden itu langsung mengabari kepada warga lain termasuk keluarga Amiruddin. Tak lama berselang, anggota keluarga Amiruddin menuju ke rumah Rusdi untuk menangkap pelaku.

Upaya penangkapan itu ternyata mendapat perlawanan dari pelaku sambil membacok anggota keluarga Amiruddin secara membabi buta dengan sebilah parang.

"Waktu itu kami hendak menangkap Rusdi. Ternyata ketika kami mendekat ia mengamuk dan membacok kami secara membabi buta. Saya terkena di tangan," kata Rusli, adik kandung Amiruddin kepada Serambi di UGD RSUD Bireuen pukul 21.00 WIB, tadi malam.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.