Sekelumit Cerita tentang Sepak Bola di Hong Kong: Akademik dan Si Kulit Bundar Jalan Beriringan

Bola.com, Surabaya - Di tengah gelaran Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 Grup F, pasangan suami istri asal Hongkong, Lee Kam Wing dan Linda Chan membagikan sekelumit kisahnya tentang perbedaan kultur sepak bola di kampung halamannya dengan negara-negara di Asia Tenggara.

Keduanya diketahui sudah berada di Indonesia sejak beberapa hari yang lalu untuk mendukung negaranya di Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 Grup F. Seluruh pertandingan dimainkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Mereka sengaja datang ke tanah air untuk memberikan dukungan langsung bagi anaknya yang merupakan penggawa Timnas Hongkong U-20, Ryan Lee.

Kesempatan berkunjung ke Indonesia membuat mereka bisa merasakan betul gairah sepak bola yang tinggi. Hal ini berbeda 180 derajat dengan Hongkong yang sama sekali tak melihat olahraga nomor satu di dunia itu sebagai sebuah prioritas.

Akademik Jauh Lebih Penting

Ryan Lee (Merah) saat membela Hong Kong menghadapi tuan rumah Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 (16/9/2022). (Bola.com/Wahyu Pratama)
Ryan Lee (Merah) saat membela Hong Kong menghadapi tuan rumah Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 (16/9/2022). (Bola.com/Wahyu Pratama)

Di Hongkong, urusan mengejar bola di lapangan tak bisa lebih penting dari urusan akademik. Jika mereka bertekad menjadi pemain sepak bola profesional, mereka tetap wajib menuntaskan studi mereka.

"Saya pikir itu (kultur di Hong Kong) sedikit berbeda dengan sepakbola Asia terutama di Asia Tenggara. Indonesia dan Thailand misalnya, mereka harus memilih salah satu. Jika sepak bola maka tidak dengan studi," ujar Linda.

Membiarkan Anaknya Memilih

<p>Pemain Timnas Hong Kong U-20 berjabat tangan dengan wasit dan juga pemain Timnas Vietnam U-20 usai pertandingan di Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (14/9/2023). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)</p>

Pemain Timnas Hong Kong U-20 berjabat tangan dengan wasit dan juga pemain Timnas Vietnam U-20 usai pertandingan di Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (14/9/2023). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Sebagai orang tua, keduanya jelas menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Namun, mereka tak mau mengekang Ryan dan membebaskannya memilih jalan hidupnya termasuk kemungkinan menjadi pesepak bola profesional.

Meski begitu, ada satu syarat yang harus dipenuhi Ryan untuk mendapatkan restu penuh dari kedua orang tuanya. Mereka ingin anaknya tak melupakan pendidikan.

"Sebagai orang tua, kami tetap mengutamakan akademik daripada sepakbola. Kami pikir dia bisa berkembang di dunia sepakbola dan kami mendukungnya. Tetapi  tentu saja dia harus membuat keseimbangan di antara itu. Jadi biarkan dia berkembang secara natural," ujar Lee.

Sepak Bola Tak Menjanjikan

<p>Pemain Timnas Indonesia U-20, Ahmad Rusadi (tengah) berebut bola di udara dengan pemain Timnas Hong Kong U-20, Xavier Chang dalam pertandingan matchday kedua Kualifikasi Grup F Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (16/9/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)</p>

Pemain Timnas Indonesia U-20, Ahmad Rusadi (tengah) berebut bola di udara dengan pemain Timnas Hong Kong U-20, Xavier Chang dalam pertandingan matchday kedua Kualifikasi Grup F Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (16/9/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Hong Kong merupakan salah satu pusat perdagangan Internasional. Tak heran bila banyak warga negara di sana yang memilih profesi lain ketimbang karier di dunia si kulit bundar.

Lee menyebut secara pendapatan, sepak bola Hong Kong tidaklah menjanjikan. Itu sebabnya begitu sulit mendapatkan pemain bertalenta di sana.

"Sebelum masuk ke dunia profesional, sepak bola Hong Kong tidak menjanjikan karena gajinya tidak menarik. Tidak bisa mencukupi kehidupan. Bahkan setelah ke dunia profesonal, gajinya juga tidak tinggi," ungkap Lee.

"Mereka hanya menjalani karier yang singkat. Itu sebabnya, akademik sangat penting ketika telah mencapai hari dimana mereka harus meninggalkan sepakbola. Banyak anak Hong Kong yang akhirnya seperti itu. Studi akademik dan sepakbola profesional berjalan bersama," timpal Linda.

Kiprah Timnas Hong Kong U-20

<p>Kiper Timnas Indonesia U-20, Cahya Supriadi mengalami cedera dalam pertandingan matchday kedua Kualifikasi Grup F Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (16/9/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)</p>

Kiper Timnas Indonesia U-20, Cahya Supriadi mengalami cedera dalam pertandingan matchday kedua Kualifikasi Grup F Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (16/9/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Timnas Hong Kong U-20 sudah melakoni dua pertandingan di babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 Grup F. Hasilnya, mereka selalu menelan kekalahan telak.

Dihajar Vietnam 1-5 pada pertandingan pertama, Rabu (14/9/2022(, Hong Kong juga kembali menelan kekalahan dengan yang sama pada laga kedua. Ryan Lee dkk. kalah telak dari tuan rumah Timnas Indonesia 5-1, Jumat (16/9/2022).

Timnas Hong Kong sudah tidak punya harapan lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023. Namun satu laga tersisa akan mereka lakoni, yakni bersua Timor Leste hari ini, Minggu (18/9/2022) sore WIB.