Sekelumit Permasalahan di Lini Belakang Persija pada Piala Menpora 2021: Dari Komunikasi Hingga Regenerasi

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Ada yang tidak beres dengan Persija Jakarta, khususnya di lini belakang. Meski Piala Menpora 2021 baru berjalan lima hari, tampak area pertahanan tim berjulukan Macan Kemayoran itu mengalami masalah pelik.

Jika dilihat dari materi pemain yang dibawa, Persija Jakarta bisa disebut salah satu kandidat juara Piala Menpora 2021. Mereka punya sederet pemain mahal, termasuk tiga asing, yakni Yann Motta, Marco Motta dan Marko Simic. Belum lagi ditambah dua pemain naturalisasi, Otavio Dutra dan Marc Klok.

Kendati demikian, mereka dipecundangi PSM Makassar yang dihuni 100 persen pemain lokal di pertandingan pertama Grup B lalu (22/3/2021) dua gol tanpa balas.

Kekalahan ini membuat lini belakang Persija jadi sorotan utama. Padahal di sana ada dua legiun asing dan satu naturalisasi. Hanya Rezaldi Hehanussa yang jadi wakil pemain lokal. Namun itu bukan garansi lini belakang mereka sulit ditembus.

Justru bek asal Brasil, Yann Motta membuat celah besar di pertahanan tim berjuluk Macan Kemayoran. Dua gol yang dicetak PSM juga 'berkat andilnya', di mana ia gagal menutup ruang tembah Patrich Wanggai dan ketika bola penguasaannya diserobot Yakob Sayuri.

Pelatih Persija, Sudirman menjelaskan jika persoalan komunikasi masih jadi kendala di lini belakang. Terutama bagi Yann. "Ada persoalan komunikasi di lini belakang. Karena Yann masih belum mengerti bahasa Indonesia. Padahal saya dengar sudah ada pemain yang mengingatkannya. Tapi dia tidak mengerti bahasanya," jelas Sudirman, Pelatih Persija Jakarta.

Tapi sebenarnya bukan itu yang jadi kendala utama. Andaikan masalah komunikasi, ada Dutra dan Marco Motta yang bisa berkomunikasi dengan Yann Motta dengan bahasa yang dimengerti.

Ada apa dengan lini pertahanan Persija Jakarta, dan apa yang mesti dilakukan manajemen tim mumpung Piala Menpora 2021 bisa dijadikan bahan evaluasi?

Saatnya Regenerasi

Patrich Wanggai (kanan) mengontrol bola di depan kotak penalti dan kemudian melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok kiri gawang Persija Jakarta. (Bola.com/Arief Bagus)
Patrich Wanggai (kanan) mengontrol bola di depan kotak penalti dan kemudian melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok kiri gawang Persija Jakarta. (Bola.com/Arief Bagus)

Persija Jakarta mendaftarkan 30 pemain untuk Piala Menpora 2021. Kekuatan tim berjulukan Macan Kemayoran itu hampir sama seperti musim lalu.

Persija Jakarta masih diperkuat oleh Andritany Ardhiyasa di sektor penjaga gawang, Otavio Dutra dan Marco Motta sebagai pengawal lini belakang, Marc Klok dan Rohit Chand di lini tengah, Riko Simanjuntak dan Osvaldo Haay yang menyisir sisi sayap, dan Marko Simic sebagai goal getter.

Persija Jakarta juga memberikan kesempatan untuk banyak pemain muda di Piala Menpora. Nama-nama seperti Alfrianto Nico, Muhammad Ferrari, dan Cahya Supriadi bakal menghijaukan skuad Macan Kemayoran.

Muhammad Ferrari menjadi satu nama di area pertahanan. Ia adalah pemain berusia 17 tahun yang pada tahun ini masuk ke tim Persija Jakarta U-18.

Ia juga sempat membela Tira Persikabo U-16 dan juara pada Elite Pro Academy Liga 1 U-16. Namun kemampuannya belum teruji di skuad utama Persija.

Selain itu ada Muhammad Salman Alfarid, pemain berusia 18 tahun berpostur tubuh cukup tinggi, 174cm. Sama seperti Ferrari, kualitasnya mesti diuji lagi, dan seharusnya Piala Menpora 2021 ini bisa jadi wadah yang tepat.

Alfath Faathier dan Rezaldi Hehanussa menjadi dua pemain muda yang relatif muda dan punya jam terbang tinggi. Mereka dan Reza Fauzan merupakan calon penerus Ismed Sofyan dkk. pada masa-masa mendatang.

Agaknya Persija sadar betul bahwa meski Piala Menpora 2021 bertajuk turnamen pramusim, hasil bagus dengan memainkan pemain-pemain utama adalah sesuatu yang diinginkan. Namun tak ada salahnya menjajal kemampuan mereka di tengah 'napas-napas tua' di lini belakang.

Nama-nama seperti Maman Abdurrahman hingga Ismed Sofyan saja masih dibawa ke Piala Menpora 2021. Sudah saatnya regenerasi, Can!

Butuh Pemain Seperti Ryuji Utomo

Pemain Persija Jakarta, Ryuji Utomo, berlari saat melakukan latihan di Lapangan NYTC, Sawangan, Depok, Selasa (21/1/2020). Warga antusias melihat punggawa Macan Kemayoran berlatih. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Persija Jakarta, Ryuji Utomo, berlari saat melakukan latihan di Lapangan NYTC, Sawangan, Depok, Selasa (21/1/2020). Warga antusias melihat punggawa Macan Kemayoran berlatih. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Musim lalu, masih ada Ryuji Utomo yang bisa beradu lari dengan penyerang lawan. Tapi musim ini, Ryuji memilih berkarier di Malaysia.

Karakter seperti Ryuji tidak ditemui di pemain belakang lain. Selama ini, Persija masih mengandalkan bek gaek. Selain Dutra, ada nama lain seperti Maman Abdurrahman yang masih dipertahankan.

Artinya, Persija butuh regenerasi lini belakang. Merekrut Yann Motta bisa dibilang jalan pintas yang saat ini masih belum bisa jadi solusi. Meski masih 21 tahun, dia butuh waktu adaptasi lebih lama.

Saksikan video pilihan berikut ini: