Sekilas Kisah Keluarga Chiesa di Euro 2020 : Cetak Sejarah dan Beda Nasib di Piala Eropa

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Saat ini, satu di antara keluarga yang tengah berbahagia di dunia adalah Chiesa. Hal itu berlatar keberhasilan Timnas Italia menjuarai Euro 2020, Senin (12/7/2021) dini hari WIB.

Pada babak final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, London, Timnas Italia menekuk Timnas Inggris via adu penalti. Kedua tim melakukan adu tendangan 12 pas setelah pada waktu normal, skor akhir 1-1.

Pada babak adu penalti, Timnas Italia menjadi pemenang. Tiga penendang Timnas Inggris gagal melakukan tugasnya. Sementara dua penggawa Gli Azzurri tak sanggup menjebol jala Jordan Pickford. Akhirnya, Italia unggul 3-2 atas Inggris pada fase penalti.

Status juara Eropa bagi Italia membuat seluruh masyarakat Negeri Pisa tersebut bergembira. Satu di antara yang tergolong spesial adalah milik Chiesa.

Yup, nama Chiesa mencuat sepanjang turnamen Euro 2020. Sosok yang menjadi atensi adalah Federico Chiesa. Anda tak perlu ragu jika membaca nama belakangnya. Yup, Federico adalah anak dari eks striker Timnas Italia, Enrico Chiesa.

Buah Ketenaran

Penyerang Italia, Federico Chiesa melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Spanyol pada pertandingan semifinal Euro 2020 di di stadion Wembley di London, Rabu (7/7/2021).  Gli Azzurri berhak ke final Piala Eropa 2020. (AP Photo/Frank Augstein)
Penyerang Italia, Federico Chiesa melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Spanyol pada pertandingan semifinal Euro 2020 di di stadion Wembley di London, Rabu (7/7/2021). Gli Azzurri berhak ke final Piala Eropa 2020. (AP Photo/Frank Augstein)

Ketenaran nama Federico Chiesa pada Piala Eropa 2020 membuat orang menengok ke belakang terkait sepak terjang sang senior. Pada akhirnya, beberapa netizen menyebut kalau Federico dan Enrico punya awal karier yang sangat mirip di timnas, namun berbeda nasib akhir.

Pendapat yang wajar. Enrico Chiesa menjadi personel Timnas Italia pada beberapa kesempatan. Sayang, ia tak sanggup membawa Si Biru menjadi jawara, baik di pentas Piala Eropa maupun Piala Dunia.

Hal berbeda menjadi miliki Federico Chiesa. Pemain asal klub Juventus tersebut cukup merasakan satu kesempatan berada di sebuah turnamen akbar, lalu memenanginya. "Italia pantas berada di final dan menjadi juara. Tentang diriku, sangat senang berada di timnas, seluruh orang mendukungku," kata Chiesa junior.

Nama Federico Chiesa mencuat ketika ia mendapat kesempatan berkostum timnas senior pada Maret 2017. Padahal, saat itu ia masih berkostum timnas U-21. Gian Piero Ventura menjadi 'pengangkat' Federico, ketika Italia melakoni laga uji coba kontra San Marino, di Empoli.

Setahun berselang, Federico Chiesa melakoni debut bersama timnas Italia dalam sebuah pertandingan resmi kontra Argentina. Sejak saat itu, Federico Chiesa selalu setia menjadi pilihan di timnas senior Italia, kecuali jika sedang cedera.

Bahan Bincang

Dua laga terakhir kontra Belgia dan Spanyol, Federico Chiesa selalu diturunkan sebagai pemain utama. Melawan Spanyol, ia bahkan mencetak satu-satunya gol Italia pada waktu normal. Melawan Timnas Inggris, Chiesa siap meledak lagi. (Foto: AFP/Pool/Facundo Arrizabalaga)
Dua laga terakhir kontra Belgia dan Spanyol, Federico Chiesa selalu diturunkan sebagai pemain utama. Melawan Spanyol, ia bahkan mencetak satu-satunya gol Italia pada waktu normal. Melawan Timnas Inggris, Chiesa siap meledak lagi. (Foto: AFP/Pool/Facundo Arrizabalaga)

Nah, di panggung Euro 2020, nama keluarga Chiesa sempat menjadi pembahasan hangat. Situasi itu terjadi ketika Federico Chiesa mencetak gol pembuka kemenangan Italia atas Austria pada Babak 16 Besar Piala Eropa 2020, di Stadion Wembley, London.

Sejarah mencatat, Enrico Chiesa juga pernah mencetak gol di venue yang sama pada masa lalu, tepatnya mundur 25 tahun dan 12 hari. Kala itu, gol Chiesa senior tak sanggup menyelamatkan Italia dari kekalahan kontra Republik Ceska. Namun, statistik mencetak, aksi duo Chiesa tersebut menjadi yang pertama sepanjang perhelatan Piala Eropa sebagai anak dan ayah yang sama-sama mencetak gol di panggung sebesar Euro.

Sekadar informasi, Enrico Chiesa gagal membawa Italia berjaya di Euro 1996 dan tak sanggup bersaing ke Euro 2000. Hal berbeda menjadi milik Federico, yang langsung merasakan manisnya menjadi juara pada kesempatan pertama bersama Timnas Italia.

Kini, sepak terjang Federico Chiesa bakal menjadi semakin krusial bagi Timnas Italia. Sayang, pemuda berusia 23 tahun ini gagal tampil penuh di final Euro 2020. Namun, kalangan media di Italia yakin, pengalaman sepanjang Piala Eropa 2020 membuat Federico Chiesa bakal semakin matang di Piala Dunia 2022 dan turnamen-turnamen berikutnya.

Sumber : Gazzetta, Football Italia

Video Chiesa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel