Sekitar 9.000 atlet jadi peserta BPJAMSOSTEK dalam 3 bulan ini

Lebih dari 9.000 atlet menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dalam tiga bulan terakhir menyusul nota kesepahaman badan itu dengan KONI.

Kepala BPJAMSOSTEK Jakarta Cilincing Haryani Rotua Melasari dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya mengakuisisi hampir 10 ribu atlet dalam tiga bulan terakhir.

Dia menjelaskan atlet olahraga termasuk profesi yang berisiko cukup tinggi dan patut dilindungi dalam program jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek).

“Sudah hampir 10.000 atlet kita lindungi, angka ini akan terus bertambah karena ada banyak pertandingan dan kejuaraan yang sudah mendaftarkan dan kita sedang mengikuti technical meeting-nya," ujar Ani.

Tidak hanya di Jakarta, tetapi pertandingan juga dilaksanakan di Bandung, Tangerang, Makassar dan kota lainnya.

"Memang unik, kantor cabang kami sampai dijuluki Kampung Atlet. Ada atlet judo, atlet lari, atlet silat, dan atlet bola," ucapnya.

Baca juga: Kadin minta iuran BPJAMSOSTEK pelaku UMKM lebih rendah

Pusat Layanan Kecelakaan Kerja BPJAMSOSTEK juga diturunkan ketika ada bertanding, mulai dari ambulans, obat-obatan serta tenaga medis seperti perawat dan dokter. Kecelakaan pada saat pertandingan tak jarang terjadi.

Ani menceritakan hampir setiap pertandingan pasti ada saja yang cedera dan membutuhkan pengobatan medis, bahkan sampai harus tindakan operasi dan semua itu tidak dipungut biaya sama sekali karena sudah menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

“Biasanya pada technical meeting, kami diikutsertakan sekaligus memastikan jumlah yang bertanding dan yang didaftarkan, apakah sama atau tidak dan sekaligus diberikan kartu kepesertaan," ujarnya.

BPJAMSOSTEK kemudian menawarkan ambulans untuk bersiaga karena menimbang risikonya, kemudian pada saat pembukaan hingga selesai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) bersiaga di lokasi pertandingan mengantisipasi jika terjadi kecelakaan kerja.

Baca juga: BPJAMSOSTEK imbau pekerja gunakan kanal resmi terkait BSU

Dia juga berterima kasih kepada panitia penyelenggara, pemerintah daerah serta asosiasi klub olahraga karena sudah peduli dengan atlet yang berlaga.

“Semua ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah daerah dan asosiasi klub olahraga tersebut bahwa mereka sadar jamsostek," kata Ani.

Dia mengajak seluruh atlet Indonesia mendaftarkan dirinya ke BPJAMSOSTEK ataupun jika ada pertandingan, segera informasikan ke alamat Jalan Plumpang Semper Nomor 6-7 Jakarta Utara ataupun nomor telepon 021 43901718.

Sebelumnya, BPJAMSOSTEK dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman yang ditandatangani Dirut BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo dan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Senin (12/9).

Kerja sama akan ditindaklanjuti ke Perjanjian Kerja Sama (PKS) hingga 34 provinsi serta pengurus besar atau pengurus pusat 72 cabang olahraga.

Baca juga: Disnaker: Calon penerima BSU tahap kedua masih diverifikasi
Baca juga: Pemerintah-BPJAMSOSTEK harap penerima BSU tepat sasaran
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan pastikan pekerja disabilitas terlindung jamsostek