Sekjen APFS nilai ASEAN Para Games jembatani kesenjangan generasi

Sekjen ASEAN Para Sports Federation (APSF) Senior Colonel Wandee Tosuwan mengatakan ASEAN Para Games XI 2022 menjadi jembatan untuk kesenjangan antar-generasi, terlebih ajang multievent itu terlahir kali digelar lima tahun lalu di Malaysia pada 2017.

"Kami memiliki anggota 11 negara. Tujuannya adalah untuk menjembatani kesenjangan untuk mengisi kesenjangan dan untuk melanjutkan. Kalau tidak ada generasi muda saya sendiri bisa jadi tengah membangun tentang senior ke generasi," kata Tosuwan di Bandar Udara Soekarno Hatta, Jumat.

"Dan sangat mengesankan untuk melihat di sini di Indonesia. Anda memiliki populasi yang sangat muda yang ingin belajar untuk bekerja. Dan, tidak hanya dari Indonesia, kami memiliki 11 negara dan sekarang Anda dapat melihat masa depan ASEAN Para Games."

Tosuwan memandang ASEAN Para Games dapat mempererat 700 juta penduduk Asia Tenggara.

"Sekarang kami di sini dan kami ingin mengumumkan bahwa kami siap untuk menggelar ASEAN Para Games. Bahkan jika terjadi masalah, kita selesaikan bersama. Kami tidak pernah menyerah," kata Tosuwan.

Baca juga: Indonesia anggap Thailand rival terberat dalam ASEAN Para Games

"Kami melakukannya karena kami ASEAN, orang ASEAN kami bekerja bersama, kami dapat menerima, kami memaafkan satu sama lain, dan kami berbagi kebahagiaan bersama, inilah yang ingin saya sampaikan."

ASEAN Para Games 2022 di Solo diikuti atlet-atlet Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja, Myanmar, Timor Leste, Brunei, Laos, Vietnam, dan tuan rumah Indonesia untuk berkompetisi dalam 14 cabang olahraga yang meliputi atletik, boccia, panahan, judo, angkat berat, renang, tenis meja, tenis lapangan, catur, goalball, bulu tangkis, sepak bola CP, basket, dan voli duduk.

Sekjen Tosuwan singgah di Jakarta untuk perjalanan menuju Solo sementara panitia penyelenggara ASEAN Para Games tengah mempersiapkan acara kirab obor yang akan dimulai lusa dengan pengambilan api dari sumber api abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan.

Rencananya, kirab obor yang diramaikan para mantan atlet, akan melalui Jalan Slamet Riyadi hingga finis di Balai Kota dengan jarak sekitar 4-5km. Kirab obor ini diadakan menjelang pembukaan pada 30 Juli.

Baca juga: APSF apresiasi kesigapan pemerintah gelar ASEAN Para Games

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel