Sekjen Kemenaker minta provinsi lain contohi Virtual Job Fair Sulsel

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Prof Anwar Sanusi mengapresiasi pelaksanaan Virtual Job Fair Sulsel 2022, kemudian meminta provinsi lain agar bisa mencontoh giat tersebut.

"Job virtual ini luar biasa karena mampu mengakomodir tuntutan angkatan kerja. Keberhasilan di Sulsel ini akan saya sampaikan ke provinsi lain agar bisa melakukan hal yang sama," kata Anwar pada seremoni pembukaan Virtual Job Fair Sulsel 2022 di Makassar, Selasa.

Anwar mengungkapkan usia produktif di Indonesia mencapai 70 persen. Jika mereka tidak memiliki tabungan yang cukup di masa tuanya, akan menjadi masalah besar.

"Kita harus mengkonversi dengan baik bonus demografi kita, seperti Jepang, China, Thailand dan Singapura," ungkapnya.

Baca juga: Lewat Pasker, Kemenaker pastikan ekosistem digital tersedia di Jambi

Menurut Anwar, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah teknologi disrupsi. Banyak pekerjaan yang hilang karena tergantikan oleh teknologi, tapi banyak juga pekerjaan baru yang muncul akibat teknologi.

Selain itu, Indonesia memiliki 54 persen angkatan kerja milenial dan zilenial. Mereka memiliki kompetensi digital yang baik. Mereka juga cerdas, namun memiliki loyalitas yang rendah.

"Karena itu, harus ada sistem yang diciptakan berupa bursa pasar kerja yang empertemukan suplay dan demand," katanya.

Sementara, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pihaknya terus berupaya menciptakan lapangan kerja melalui program yang diturunkan di masyarakat, di antaranya, pembangunan infrastruktur.

Baca juga: Lombok Tengah masuk program perluasan kerja berbasis kawasan

Pihaknya juga berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam proses pengadaan barang dan jasa. Perusahaan yang mengikuti tender, dibiarkan berkompetisi secara terbuka.

"Kita memiliki SDM yang banyak dan berkualitas sehingga, kita harus menciptakan peradaban yang kuat," imbuhnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel Ardiles Saggaf menyampaikan, 69 perusahaan nasional dan multinasional terlibat dalam job fair yang diselenggarakan virtual ini. Terdapat 7.000 lowongan kerja yang disiapkan, dari berbagai latar belakang pendidikan.

"Kami berharap para pencari kerja memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," kata Ardiles.

Baca juga: EWG G20 susun strategi keahlian respons perubahan dunia kerja