Sekjen Kemendagri dukung daerah berinovasi

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro mendukung daerah untuk berinovasi, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Seiring dengan dunia yang terus berubah, maka kita sadar betul bahwa inovasi menjadi sangat penting untuk terus ditingkatkan,” kata Suhajar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Dengan berinovasi di dalam memberikan pelayanan, Suhajar berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan yang semakin berkualitas.

Selain itu, dirinya mengapresiasi laju inovasi daerah yang berdasarkan data Kemendagri jumlahnya kian meningkat. Menurut data yang dikantongi, jumlah inovasi daerah yang berhasil dihimpun pada IGA 2022 sebanyak 26.900 inovasi.

Jumlah ini, kata dia, lebih tinggi dibanding 2018 yang hanya 3.000-an inovasi. Angka ini diharapkan terus bertambah seiring dengan kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan berkualitas dari pemerintah.

Baca juga: Kemendagri ingatkan daerah reformasi birokrasi jadi sebuah kebutuhan
Baca juga: Kemendagri perkuat sinergi dalam pembentukan produk hukum daerah

Ia berharap Tim Penilai Innovative Government Award (IGA) Tahun 2022 dapat menjalankan perannya secara objektif. Hal itu disampaikan saat memberi arahan sekaligus membuka tahapan penilaian presentasi kepala daerah IGA 2022 yang berlangsung secara daring dan luring dari Ruang Sidang Utama Kantor Kemendagri, Senin.

"Kepada ketua tim juri dan seluruh anggota tim juri, tadi Pak Safrizal (ketua tim juri) mendengar langsung dari Mendagri agar semua ini (penilaian IGA) dinilai secara objektif. Tidak ada konspirasi atau mungkin karena kenal A atau B. Tetapi, benar-benar dinilai secara objektif," ucap Suhajar.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Yusharto Huntoyungo dalam laporannya menekankan pentingnya objektivitas dalam penilaian IGA 2022.

Oleh karena itu, ia melibatkan sejumlah pihak dalam Tim Penilai IGA 2022, baik kementerian/lembaga, perguruan tinggi, maupun media massa.

"Kami harap tim penilai dapat bersikap objektif terhadap daerah mana saja yang benar-benar berkomitmen terhadap peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah dan pada akhirnya akan menghasilkan daerah terinovatif yang akan mendapatkan penghargaan," ucap Yusharto.