Sekjen NasDem buka Konferensi Aliansi Progresif Sosial Demokrat Asia

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai NasDem Johnny G Plate membuka Konferensi Aliansi Progresif Sosial Demokrat Asia Tahun 2022 atau "SocDem Asia-Progressive Alliance Conference 2022" yang diselenggarakan di NasDem Tower, Jakarta, Senin.


Kegiatan berlangsung selama tiga hari itu mengambil tema "Politik Identitas: Memanfaatkan Kekuatan dalam Keanekaragaman dan Persatuan".

Plate mengatakan, kegiatan itu dihadiri oleh para legislator dan perwakilan partai politik dari 14 negara yang tergabung dalam SocDem Asia dan Progressive Alliance.

Ke-14 negara itu, antara lain, India, Inggris, Indonesia, Malaysia, dan Timor Leste.

Dia mengharapkan konferensi itu memberikan pokok-pokok pikiran terkait dengan sosial demokrat.

"Bagaimana berpolitik yang baik, bagaimana politik di wilayah-wilayah yang multikultural, yang plural, tetapi kualitas demokrasinya tetap bisa dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan," kata Plate.

Dia berpendapat kegiatan konferensi itu sangat baik karena aliansi yang dibangun dari sosial demokrat membangun politik dengan menghormati perbedaan yang ada, namun miliki demokrasi yang berkualitas.

"Nah, saya tentu berharap sebagai sekjen Partai NasDem bahwa konferensi kali ini dapat mendirikan pikiran-pikiran yang membantu bagaimana NasDem mengambil bagiannya di dalam Pemilu serentak 2024 dengan kualitas yang lebih baik dari pemilu-pemilu sebelumnya," kata Plate yang menjabat Menkominfo.

Dia juga menyinggung adanya politik identitas menjelang Pemilu 2024. Menurut dia, identitas itu suatu realitas yang tidak boleh dipolitisasi, tetapi melihat sebagai suatu realitas itu ada.

"Sekarang bagaimana melihat politik itu bertumbuh dengan beragamnya identitas, di mana Indonesia merupakan bangsa yang plural," ujarnya.

Indonesia sendiri, tambah Plate, sudah memiliki pengalaman terkait politik identitas itu.

"Kita tahu mana yang tidak boleh mana yang berbahaya. Nah diskusi kita ini untuk memberikan lagi batasan-batasan, ada batas yang tidak boleh dilewati. Batas yang harus dijaga adalah bagaimana pemilu yang berkualitas terus membangun keakraban nasional, solidaritas nasional terus dibangun, dan ikut terlibat secara riang gembira, kompetisi yang harmoni," paparnya.

Karena ujung dari kontestasi demokrasi Pemilu itu adalah menghasilkan tokoh-tokoh politik yang akan menambah kebijakan publik terkait bangsa dan negara.

"Menghasilkan para pemimpin yang akan memerintah untuk dapat mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umum," ucap Plate.