Sekjen PAN ke Ade Armando: Jangan Playing Victim

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menolak menjawab permintaan Ade Armando untuk menunjukkan bukti bahwa pernah melakukan penistaan agama. Menurutnya, Ade Armando sendirilah yang lebih berkompeten.

"Sesungguhnya penjelasan mengenai Apakah menistakan agama dilakukan oleh ada Ade Armando atau tidak, itu harus dia yang menjelaskan," katanya di Polda Metro Jaya, Senin (23/5/2022).

Dia menyarankan agar Ade Armando menjelaskan secara langsung ke penyidik Polda Metro Jaya.

"Kepada siapa (menjelaskan)? Kepada penyidik dalam kapasitas apa? Kapasitas dia sebagai tersangka. Tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama," ujarnya.

Eddy berpendapat bahwa yang dialami oleh Ade Armando akibat kelakuannya sendiri. Dia meminta Ade Armando tidak playing victim.

"Menurut saya Ade Armando itu jangan playing victim. Bahwa kondisinya saat ini adalah akibat dari pernyataan atau sikap orang lain, bukan. Jadi menurut saya kalau berbahaya atau tidak, jangan playing victim lah," tandasnya.

Diketahui, Ade Armando babak belur hingga nyaris telanjang saat menjadi bulan-bulan sejumlah massa pengunjuk rasa yang menggelar aksi demo di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta pada Senin, 11 April 2022 sore.

Dua dari enam orang yang melakukan pengeroyokan adalah M Bagja dan Komar. Mereka ditangkap penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Selasa, 12 April 2022.

Kepada penyidik, Komar memukul Ade Armando karena terprovokasi dengan situasi di lokasi. Sedangkan, M. Bagja mengaku kesal dengan tindakan Ade Armando di media sosial.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel