Sekjen PBB Dukung Penyelesaian Pertikaian Antar-Korea Melalui Dialog

PBB, New York (ANTARA/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB pada Senin (6/5) menyampaikan dukungan guna menyelesaikan perbedaan pendapat antar-Korea melalui pembangunan kepercayaan dan dialog, saat ia bertemu dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye di Markas PBB.

Itu adalah kunjungan pertama ke Markas PBB oleh Park sejak ia memangku jabatan sebagai perempuan pertama yang menjadi Presiden Korea Selatan pada Februari.

Selama pertemuan tersebut, "Sekretaris Jenderal dan Presiden Park Geun-hye membahas situasi saat ini di Semenanjung Korea", demikian isi pernyataan yang dikeluarkan kepada pers di Markas PBB oleh juru bicara Ban.

Pemimpin PBB, warganegara Korea Selatan, "dengan kuat mendukung tekad Park guna menyelesaikan perbedaan pendapat antar-Korea melalui pembangunan kepercayaan dan dialog", kata pernyataan itu.

Menurut pernyataan tersebut, Ban juga "memuji presiden itu atas reaksi tegasnya tapi terukur terhadap tindakan provokatif baru-baru ini oleh Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).

"Sebagai Sekretaris Jenderal, Ban kembali menegaskan kesediaannya untuk memberi sumbangan guna meredam ketegangan dan mendorong perdamaian serta kestabilan di Semenanjung Korea", kata pernyataan itu sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.

Selain itu, Ban menyampaikan keprihatinannya mengenai "situasi gizi dan makanan serius di DPRK terutama pada generasi muda dan kelompok lain yang rentan".

Park tiba di New York pada Ahad (5/5) untuk memulai kunjungannya ke Amerika Serikat, perjalanan luar negeri pertamanya sebagai Presiden. Ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama pada Selasa.

"Republik Korea akan selalu berdampingan dengan PBB untuk meningkatkan masyarakat yang lebih bahagia dan lebih makmur," tulis Park di buku tamu sebelum bertemu Ban.

Selama pertemuan mereka, menurut kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Park menjelaskan kepada Ban mengenai kebijakannya "tentang proses kepercayaan Semenanjung Korea", yang menyerukan dialog dan pertukaran guna membina kepercayaan dengan DPRK (Korea Utara) untuk meredakan ketegangan.

Kedua pejabat tersebut juga membahas masalah lain dalam agenda PBB, seperti pembangunan berkesinambungan, perang melawan perubahan iklim, dan sumbangan bagi perdamaian global serta peningkatan hak asasi manusia, demikian isi pernyataan yang dikeluarkan juru bicara Ban.

Ban, yang memuji Korea Selatan sebagai "mitra PBB yang kuat dan bernilai tinggi", menyampaikan harapan kuat bagi kemampuan dan pengalaman negeri itu" dalam mempercepat pelaksanaan Sasaran Pembangunan Milenium, tambah pernyataan tersebut.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.