Sekjen PBB Kecam Kudeta di Myanmar: Ini Bukan Cara Memerintah Negara

Mohammad Arief Hidayat, BBC Indonesia
·Bacaan 4 menit
A woman clatters pans to make noise after calls for protest went out on social media in Yangon
Beberapa warga di Yangon memukul wajan sebagai bentuk protes akan kudeta militer.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak masyarakat dunia untuk memastikan kudeta militer di Myanmar gagal.

Pengambilalihan kekuasaan "tidak bisa diterima", katanya, dan pemimpin kudeta harus dibuat untuk memahami bahwa ini bukanlah cara untuk memerintah suatu negara.

Dewan Keamanan PBB sedang merumuskan pernyataan terkait kudeta militer di Myanmar, tetapi China diperkirakan akan memboikot segala bentuk pernyataan yang mengutuk kudeta tersebut.

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi ditahan ketika militer merebut kekuasaan pada Senin (01/02) lalu.

Polisi di Myanmar - yang juga dikenal sebagai Burma - kemudian mengenakan dakwaan terhadap Suu Kyi dan memberlakukan tahanan rumah terhadapnya hingga 15 Februari.

Baik Suu Kyi atau Presiden Myanmar Win Myint yang juga ditahan militer, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Myanmar soldiers
Pemimpin politik yang digulingkan hingga kini masih ditahan dengan penjagaan ketat dari militer

Militer Myanmar yang memberlakukan kondisi darurat selama setahun, berusaha untuk membenarkan tindakannya dengan menuduh kecurangan dalam pemilu November lalu yang dimenangkan oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dimpimpin Suu Kyi.

Ada laporan bahwa militer juga memerintahkan pemblokiran Facebook di negara itu, atas dasar platform media sosial itu "mengganggu restorasi stabilitas".

Pada Kamis (04/02) para pengguna Facebook di Myanmar melaporkan mereka tak bisa mengakses platform itu.

Sebuah halaman Facebook yang disiapkan untuk mengoordinasikan perlawanan terhadap kudeta telah disukai oleh puluhan ribu pengguna.

Aung San Suu Kyi in September 2020
Baik Suu Kyi atau Presiden Myanmar Win Myint yang juga ditahan militer, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

`Benar-benar tidak bisa diterima`

Sekretaris Jenderal PBB menyerukan agar tatanan konstitusional dibentuk kembali di Myanmar. Ia berharap Dewan Keamanan akan satu suara soal masalah tersebut.

"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memobilisasi semua aktor kunci dari komunitas internasional untuk memberikan tekanan yang cukup pada Myanmar untuk memastikan bahwa kudeta ini gagal," katanya.

"Membalikkan hasil pemilu dan keinginan rakyat adalah benar-benar tidak dapat diterima.

"Saya berharap itu akan membuat militer di Myanmar memahami bahwa ini bukanlah cara untuk memerintah negara dan ini bukan cara untuk bergerak maju."

Negara-negara Barat mengecam kudeta itu, tetapi upaya di Dewan Keamanan PBB agar satu suara gagal karena China tidak menyepakatinya. China adalah satu dari lima anggota tetap dengan hak veto di dewan tersebut.

Beijing telah lama melindungi Myanmar dari pengawasan internasional, dan sejak kudeta terjadi telah memperingatkan bahwa sanksi atau tekanan internasional hanya akan memperburuk keadaan.

Bersama Rusia, mereka telah berulang kali melindungi Myanmar dari kritik di PBB atas tindakan represi militer terhadap populasi minoritas Muslim Rohingya.

People give a three-finger salute at a protest in Yangon
Banyak orang memberikan penghormatan tiga jari sebagai bentuk protes

Keberadaan Suu Kyi masih misteri

Ada laporan bahwa pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, menjalani tahanan rumah di kediamannya di ibu kota Nay Pyi Taw.

Ia menghadapi sejumlah dakwaaan, termasuk melanggar aturan ekspor-impor dan kepemilikan atas alat komunikasi ilegal.

Dakwaaan ini termuat dalam sebuah dokumen kepolisian - yang disebut Laporan Awal Pertama - yang diajukan ke pengadilan.

Police document charging Myanmar`s Aung San Suu Kyi, 3 February 2021
Sebuah dokumen kepolisian menunjukkan sejumlah dakwaan yang dikenakan pada Suu Kyi.

Ia tetap berada dalam tahanan agar "para saksi mata dapat ditanya, menyiapkan bukti dan pengacara setelah terdakwa diperiksa," menurut dokumen itu.

Sementara, Presiden Win Myint dituduh melanggar undang-undang bencana nasional, karena bertemu dengan para pendukungnya dalam konvoi selama kampanye pemilu di tengah pembatasan Covid-19.

Aung San Suu Kyi:

Aung San Suu Kyi attends a meeting on September 1, 2020
Aung San Suu Kyi attends a meeting on September 1, 2020
  • Mendapat popularitas di dunia internasional pada 1990-an saat ia berkampanye untuk memulihkan demokrasi di Myanmar setelah berada dibawah kekuasaan militer selama beberapa dekade

  • Menghabiskan hampir 15 tahun dalam penahanan antara 1989 dan 2010 setelah mengorganisir demonstrasi yang menyerukan reformasi demokrasi yang damai dan pemilu yang bebas

  • Mendapat Penghargaan Nobel Perdamaian saat menjalani tahanan rumah pada tahun 1991

  • Memimpin partai NLD meraih kemenangan dalam pemilu pertama yang diperebutkan secara terbuka di Myanmar dalam 25 tahun pada 2015

  • Reputasinya ternoda karena menutup mata atas aksi represi militer yang membuat lebih dari setengah juta warga sipil dari minoritas Muslim Rohingya mencari perlindungan di Bangladesh

Para aktivis menyerukan pembangkangan sipil

Sejauh ini baru sedikit tanda-tanda aksi unjuk rasa di Myanmar. Pada Selasa dan Rabu malam, para pengemudi membunyikan klakson di kota terbesar di negara itu, Yangon. Sedangkan warga memukul-mukul panci dan wajan mereka.

Negara itu tampak tenang setelah kudeta, dengan pasukan militer berpatroli dan jam malam diberlakukan.

Namun, banyak petugas medis melakukan protes dengan berhenti bekerja, atau bekerja sambil mengenakan simbol pembangkangan untuk menentang penindasan demokrasi di Myanmar.

Yangon General Hospital - medics wear red ribbons in protest, 3 February 2021
Petugas medis melakukan protes dengan berhenti bekerja, atau bekerja sambil mengenakan simbol pembangkangan untuk menentang penindasan demokrasi di Myanmar.

Para pemrotes mengatakan mereka mendorong pembebasan Suu Kyi.

Mereka mengenakan pita merah atau hitam untuk menandakan perlawanan, dan digambarkan memberikan penghormatan tiga jari yang dikenal dari film Hunger Games dan digunakan oleh para demonstran tahun lalu di Thailand.

Secara online, banyak yang mengubah foto profil media sosial mereka menjadi warna merah, untuk mendukung partai Suu Kyi.