Sekjen PBB: Negara Pemasok Senjata Suriah adalah Penyebab Penderitaan

PBB (AFP/ANTARA) - Pemimpin PBB Ban Ki-moon pada Selasa menuduh negara-negara yang mengirim senjata ke Suriah menjadi penyebab dari "penderitaan" bagi warga negara itu, saat ia menyerukan upaya internasional yang lebih besar untuk mengakhiri perang dan meredakan krisis kemanusiaan di negara tersebut.


"Mereka yang memberikan senjata kepada kedua sisi hanya berkontribusi terhadap kesengsaraan dan risiko konsekuensi yang tidak diinginkan saat pertempuran semakin intensif dan menyebar," kata Ban di depan 193 anggota Majelis Umum PBB.


Ban tidak menyebutkan nama negara manapun namun Rusia adalah pemasok senjata utama Presiden Bashar al-Assad sementara para pejabat PBB mengatakan Iran memerlukan pengiriman senjata ke pasukannya. Pemerintah Suriah menuduh Arab Saudi, Qatar, dan Turki mempersenjatai oposisi. Amerika Serikat dan Inggris mengatakan mereka memberikan bantuan non-mematikan kepada oposisi.


Sekjen PBB mengatakan harus ada dukungan internasional yang lebih besar di balik upaya utusan baru PBB-Liga Arab, Lakhdar Brahimi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 18 bulan itu, aktivis mengatakan telah menewaskan lebih dari 26.000 orang. PBB mengatakan sekitar 20.000 meninggal.


Brahimi mengatakan dalam komentar pertamanya kepada majelis PBB sejak menggantikan Kofi Annan sebagai utusan khusus pada Sabtu bahwa jumlah korban tewas di Suriah sebagai hal yang"mengejutkan" dan juga menyerukan upaya bersatu terkait konflik itu.


Brahimi mengatakan akan pergi ke Damaskus "dalam beberapa hari" tetapi memperingatkan bahwa konflik tersebut "terus memburuk".


"Korban tewas yang mengejutkan, kehancuran mencapai proporsi bencana dan penderitaan rakyat sangat besar," katanya dalam pidato singkatnya.


"Masa depan Suriah akan dibangun oleh warganya dan bukan yang lain," tambah diplomat berusia 78 tahun itu. "Dukungan dari masyarakat internasional sangat diperlukan dan Ini sangat mendesak hanya akan efektif jika semua berada ke arah yang sama."


"Para pemimpin regional memiliki peran penting untuk bermain dalam menciptakan kondisi yang kondusif untuk solusi," kata Ban.


Meskipun sejumlah inisiatif telah dimulai untuk mengakhiri konflik, Ban mengatakan " dalam semua itu adalah satu kesatuan upaya yang akan berdampak pada kawasan tersebut." (yg/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.