Sekjen PBB Peringatkan Dampak Intervensi Militer di Mali

PBB (AFP/ANTARA) - Sekjen PBB Ban Ki-moon pada Rabu memperingatkan bahwa intervensi militer di bagian utara Mali, tempat yang dikuasai militan Islam, membawa risiko bagi kemanusiaan dan hak asasi manusia.


Ban mengatakan dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa "pertanyaan mendasar" tetap membayangi rencana militer yang negara-negara Afrika ingin didukung oleh PBB.


Pasukan pemberontak Tuareg dan radikal Islam terkait Al-Qaeda mengambil alih bagian utara Mali pada Maret, merebut daerah itu dalam kekacauan setelah terjadi kudeta militer di ibukota Bamako. Negara-negara Afrika saat ini merencanakan kekuatan militer untuk merebut kembali wilayah itu jika perundingan untuk mengakhiri krisis gagal.


"Saya sungguh-sungguh menyadari bahwa jika intervensi militer di utara tidak diterima dan dilaksanakan dengan baik, hal itu dapat memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah rapuh dan juga mengakibatkan pelanggaran HAM berat," kata Ban dalam laporannya.


"Pertanyaan mendasar tentang bagaimana kekuatan tersebut akan dipimpin, digerakkan, dilatih, dilengkapi dan dibiayai masih belum terjawab," tambahnya.


"Sebuah operasi militer mungkin diperlukan sebagai upaya terakhir untuk berurusan dengan ekstremis garis keras dan kelompok kriminal di utara," kata Ban.


"Namun, sebelum tahap itu tercapai, fokus harus ditujukan untuk memulai dialog politik yang bertujuan menempa konsensus nasional menemukan peta jalan menuju transisi," kata Ban.(ai/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.