Sekjen PDIP: Pak Jokowi Juga Seorang Insinyur Lho

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut peranan insinyur dalam pembangunan sebuah bangsa. Bagi Hasto yang juga seorang insinyur, latar pendidikan dan keprofesian ini mengingatkan dirinya dengan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno.

Saat dahulu Bung Karno pernah menolak secara halus atas investasi produsen mobil Ford di Tanah Air. Dengan tujuan yakni memberi kepercayaan insinyur dari Indonesia yang akan membuatkan.

"Bung Karno mengatakan biarlah para insinyur Indonesia yang membuat mobil untuk rakyat Indonesia dan kemajuan bagi Indonesia Raya kita," kata Hasto usai menerima Sertifikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) di Jakarta, Selasa 5 Januari 2021, seperti keterangan tertulis yang diterima VIVA.

Hasto menyebut, kiprah insinyur Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarno saat itu sangat maju. PII saat itu di bawah pimpinan Ir Djuanda banyak berperan dalam membangun bangsa seperti hadirnya Waduk Jatiluhur yang kini terbesar di Asia Tenggara.

PII yang merupakan wadah keprofesian ini juga disebut banyak melahirkan para insinyur kenamaan. Kini, kata Hasto, organisasi di bawah kepemimpinan Heru Dewanto telah mengarahkan suatu langkah transformasi mendorong peran insinyur.

"Karena itulah kami memberikan dukungan sepenuhnya. Semua juga harus ingat, presiden kita pak Jokowi juga seorang insinyur lho. Sehingga insinyur memegang posisi strategis," kata Hasto.

Selain Hasto, nama-nama lain yang mendapatkan sertifikat serupa secara terpisah adalah Menteri ESDM Arifin Tasrif serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Hasto sendiri mengingat bahwa dalam rekam jejak keinsinyuran, dirinya telah menerima kualifikasi Insinyur Profesional Madya, ketika dahulu bekerja di PT Rekayasa Industri. Pensiun dini di tahun 2002, bukan berarti, keilmuan hilang begitu saja. Ia ingin terus memastikan dalam karier politiknya mendorong lahirnya kebijakan industri nasional yang mengedepankan semangat berdikari.

"Dalam Rakernas I Partai awal tahun 2019 yang lalu, PDI Perjuangan secara khusus membahas politik industri berdikari. Hal tersebut merupakan terobosan, bagaimana Partai Politik membahas hal strategis terkait politik industri yang mengabdi pada tujuan bernegara," kata Hasto yang juga lulusan Teknik Kimia dari Universitas Gadjah Mada.