Sekjen PDIP: Sapaan Megawati ke Ahok Tak Ada Hubungannya dengan Pilgub DKI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, sapaan hangat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam acara HUT ke-49 PDIP tidak bisa disimpulkan sebagai dukungan politik.

Menurut Hasto, sudah menjadi kebiasaan Megawati menyapa berbagai kalangan dalam rangka menjaga kehangatan persahabatan.

"Memang Ibu Mega ini membangun persahabatan, dan memang sekali klik itu terus berlangsung. Dengan Pak Prabowo Subianto, ibu membangun persahabatan, dengan Pak Ahok, ibu membangun persahabatan. Dengan tokoh-tokoh nasional, dengan Buya Syafii Maarif tadi sudah disebut, dengan Kiai Said Aqil Siradj," kata Hasto, Senin (10/1/2021).

Hasto menyampaikan, Presiden Kelima RI itu memiliki ketertarikan kepada orang-orang yang peduli lingkungan dan kuliner.

"Pak Ahok ini punya mi khusus dari Bangka sana. Karena itu, seringkali dialog-dialog politik kebangsaaan itu dilakukan sambil menikmati kuliner surganya nusantara yang begitu luar biasa," beber dia.

Apalagi, kata Hasto, posisi Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2017 merupakan korban politik. Padahal, lanjut dia, Ahok selama memimpin Jakarta sangat luar biasa. Ahok juga dinilai memiliki ketegasan ketika menghadapi pihak-pihak yang ingin mendapat keuntungan kapital.

"Pak Ahok punya keberanian menghadapi itu. Karena itu hal ini sifatnya nature, karena Bu Mega dekat dengan sosok memang menjalankan tugasnya," kata dia.

Karena itu, Hasto menjelaskan bahwa sapaan akrab Megawati kepada Ahok dengan panggilan sahabat tidak bisa disimpulkan sebagai dukungan politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024 mendatang.

"Jadi itu enggak ada hubungannya dengan Pilgub 2024. Pidato Ibu Ketum disampaikan langsung oleh beliau sebagai hasil kontemplasi, tujuannya agar PDIP dapat dukungan dengan masyarakat Indonesia agar masalah ini dapat diatasi bersama-sama," ujarnya.

Keputusan Siapa Maju di Pilgub DKI Tergantung Megawati

Basuki  Tjahaja Purnama (Ahok) didampingi Djarot Saiful Hidayat dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memberi keterangan usai resmi mendaftar maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017, di KPUD DKI Jakarta, Rabu (21/9). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didampingi Djarot Saiful Hidayat dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memberi keterangan usai resmi mendaftar maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017, di KPUD DKI Jakarta, Rabu (21/9). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Dia menegaskan, keputusan siapa yang akan diusung PDIP di Pilkada DKI Jakarta 2024 mendatang merupakan kewenangan Megawati sebagai pemimpin tertinggi. "Tetapi kalau Bu Mega mau menetapkan Pak Ahok, juga itu kewenangan Bu Mega," tegas Hasto.

Seperti diketahui, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyapa sejumlah pihak yang hadir dalam HUT Ke-49 partainya secara fisik maupun daring. Megawati menyapa Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani, hingga sejumlah menteri.Megawati juga menyapa Ahok dengan panggilan sahabat saya.

"Ada juga saya dengar kakak saya juga ada, Pak Guntur Soekarnoputra, sahabat saya Pak Ahok atau yang terkenal Basuki Tjahaja Purnama," kata Megawati.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel