Seknas Jokowi Siap Kawal Proses Vaksin COVID-19 Gratis di Masyarakat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional Jokowi (Seknas Jokowi), Dedy Mawardi memastikan pihaknya akan mengawal kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memutuskan mengratiskan vaksin COVID-19 untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Keputusan vaksin gratis itu menunjukkan komitmen Presiden Jokowi untuk mendahulukan keselamatan rakyat," ujar Dedy Mawardi Sekjen Seknas Jokowi di Surabaya, Rabu (16/12/2020) petang.

Selaku relawan, menurut Dedy, Seknas Jokowi akan terus memberikan dukungan sepenuh terhadap program vaksinasi dan pemulihan ekonomi rakyat dan negara.

"Seknas Jokowi memandang perlu untuk memprioritaskan vaksinasi kepada tenaga kesehatan dan medis serta kelompok masyarakat yang menjadi garda terdepan dalam proses pemulihan ekonomi seperti karyawan pabrik, pedagang pasar, pelayan toko, pelayan mall dan restoran, pelaku umkm serta kelompok rentan," kata dia

Dedy menambahkan, Seknas Jokowi melalui struktur organisasi di tingkat pusat, daerah dan desa akan menggelorakan gotong royong untuk membantu tenaga medis, pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan vaksinasi ini berjalan dengan aman dan tepat sasaran di masyarakat.

"Vaksinasi harus dijamin bahwa vaksin terpenuhi unsur aman, mutu terjamin dan efektif untuk diterima masyarakat. Seknas Jokowi siap berdiri di baris kedua setelah Presiden Jokowi di vaksin pertama untuk meyakinkan masyarakat bahwa COVID-19 dapat diatasi bersama-sama," ujar dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Jokowi: Vaksin COVID-19 untuk Masyarakat Gratis

Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya mewaspadai peningkatan kasus penularan COVID-19 di banyak negara Eropa, seperti Spanyol, Prancis, dan Jerman saat memimpin ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8/2020). (Kementerian Sekretariat Negara)
Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya mewaspadai peningkatan kasus penularan COVID-19 di banyak negara Eropa, seperti Spanyol, Prancis, dan Jerman saat memimpin ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8/2020). (Kementerian Sekretariat Negara)

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan bahwa vaksin Covid-19 akan diberikan kepada masyarakat secara gratis. Hal ini diputuskan setelah menerima masukan dari masyarakat dan mengkalkulasi ulang keuangan negara.

"Saya sampaikan bahwa vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi, gratis tidak dikenakan biaya sama sekali," jelas Jokowi di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu, 16 Desember 2020.

Dia memerintahkan seluruh jajaran kabinet, pimpinan lembaga negara, dan kepala darerah untuk memprioritaskan program vaksinasi di anggaran 2021. Jokowi juga meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani merealokasi anggaran negara untuk ketersediaan dan vaksinasi gratis.

"Sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin," kata dia.

Adapun mulanya vaksinasi Covid-19 terdiri dari dua skema yakni, gratis (subsidi) untuk warga tak mampu. Kemudian, vaksin mandiri atau berbayar.

Seperti diketahui, pemerintah telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac, China. Vaksin yang baru tiba ini merupakan bagian dari pengadaan tahap pertama sebanyak 3 juta dosis.

Vaksin Covid-19 Sinovac ini berjenis SARS-CoV-2 yang telah diinaktivasi.

Sebelum disuntikkan ke masyarakat, vaksin harus terlebih dahulu melalui beberapa tahapan dan harus mengantongi izin Emergency Use of Authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hal ini guna menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini