Seknas Jokowi undang Presiden hadiri Agenda 45 di Jombang

Kelompok relawan Seknas Jokowi pada Senin mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta menyampaikan undangan kepada Presiden Joko Widodo untuk menghadiri kegiatan bertajuk Agenda 45 di Jombang, Jawa Timur, dalam waktu dekat.

"Kita minta beliau hadir di Jombang, tapi mengingat suasana sekarang dengan ada krisis ekonomi, BBM naik, kita serahkan kepada Presiden untuk mencari waktunya," kata Ketua Umum Seknas Jokowi Rambun Tjajo kepada awak media setelah pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Rambun turut didampingi antara lain Wakil Ketua Umum Seknas Jokowi Ismarilda dan Ketua Dewan Pembina Seknas Jokowi Sidarto Danoesoebroto.

Terlepas dari kesediaan Presiden untuk memenuhi undangan tersebut, Rambun menegaskan bahwa dalam pertemuan ia bersama Seknas Jokowi telah menyampaikan pula masukan agar rakyat bisa ikut dilibatkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan.

"Bagaimana kami terus menerus memberikan ide-ide dan duduk bersama-sama pemerintah, membangun satu cara mekanisme di mana rakyat bisa terlibat dalam proses pengambilan keputusan, termasuk dalam rencana-rencana jangka panjang," katanya.

Baca juga: Seknas Jokowi usulkan seluruh komponen bangsa ikut susun RPJP 2025-45

Baca juga: Seknas Jokowi: Pengungkapan kasus Brigadir J cermin Polri profesional

Rambun menyebutkan setidaknya ada dua aspek yang paling penting dalam pembahasan rencana jangka panjang, yang seharusnya melibatkan rakyat, yakni terkait ketahanan energi dan ketahanan pangan.

Pasalnya, menurut Rambun kedua aspek tersebut melingkupi berbagai aspek yang lainnya dan hal itu menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Agenda 45 di Jombang nanti.

"Tadi Pak Jokowi juga sangat concern, misalnya, kita sudah sampai tahap swasembada berat, tapi yang enggak kita lihat bagaimana petani mendapat manfaat setelah pascapanen," ucapnya.

Rambun menilai bahwa hal tersebut menjadi salah satu masalah besar yang sejak dulu belum terpecahkan.

"Ini salah satunya akan jadi fokus kita, bagaimana nilai tambah itu juga diperoleh. Dengan adanya teknologi, ilmu pengetahuan, kita bisa memperbaiki pendapatan para producer, penghasil seperti petani dan nelayan, jadi nilai lebih bukan hanya dirasakan oleh supply chain maupun perusahaan multinasional dan swasta," ujarnya.

Rambun mengungkapkan salah satu hal penting yang sempat disampaikan Presiden dalam pertemuan tersebut adalah terkait keberlanjutan program-program yang ditetapkan pemerintah saat ini.

Presiden Jokowi meyakini bahwa apabila program-program itu berlanjut akan membuat Indonesia menjadi negara dengan pendapatan semi maju, demikian disampaikan Rambun.

"Jadi ini sebenarnya yang harus kita bersama-sama mengawal, bukan soal orangnya, tapi soal programnya. Bahwa kita jangan sampai pemerintah ganti pemimpin ganti program, sehingga kita hanya bergerak di tempat," ujarnya.

Ketika ditanya apakah ibu kota negara (IKN) Nusantara sempat menjadi topik pembahasan dalam pertemuan, Rambun mengaku tidak.

Akan tetapi ia meyakini bahwa IKN Nusantara akan berjalan sesuai dengan rencana karena telah menjadi salah satu program strategis pemerintah.

"Kalau itu kan memang salah satu program strategik pemerintah ya. Jadi ya itu akan berjalan sesuai dengan rencana, mempertimbangkan tentunya kondisi ekonomi kita yang sekarang sedang cukup berat ya di tengah situasi dunia yang seperti ini," katanya.