Sekolah di Korea Selatan Kembali Dibuka Secara Bertahap, Pertama untuk Siswa SMA Tingkat Akhir

DREAMERS.ID - Sekolah-sekolah di Korea Selatan akhirnya akan kembali dibuka pada Rabu (20/5) untuk para siswa tingkat akhir Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah serangkaian penundaan karena masalah keamanan terkait virus corona.

Kementerian Pendidikan Korsel mengatakan bahwa pembukaan kembali sekolah yang direncanakan untuk siswa SMA kelas tiga akan berjalan sesuai jadwal, yakni 79 hari setelah hari pertama semester awal 2 Maret lalu. Namun kegiatan belajar-mengajar tentunya akan terbatas, di mana kelas akan dipersingkat dan kegiatan ekstrakulikuler tidak diizinkan.

Menteri Pendidikan Yoo Eun Hae mengatakan dalam sebuah pengarahan pada Selasa (19/5) bahwa kelas-kelas akan dibagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk membuat setiap kelas sesedikit mungkin.

Ia juga meminta sekolah-sekolah untuk secara ketat mengikuti manual tanggapan jika ada kemungkinan wabah. “Saya mengerti bahwa ini bukan jalan yang mudah, tapi kita harus melalui ini sekali, karena tidak pasti kapan pandemi COVID-19 akan berakhir,” ujarnya dan menambahkan, Kementerian dan kantor pendidikan terkait akan mencoba yang terbaik dan menanggapi dengan cepat apa pun yang terjadi.”

Yoo Eun Hae meminta siswa, orangtua, dan guru untuk mengikuti tujuh prinsip dalam manual, yaitu memeriksa kondisi kesehatan setiap hari, tinggal di rumah saat merasa sakit, bersihkan meja setiap pagi, buka jendela untuk ventilasi, pakai masker kecuali saat makan siang, cuci tangan selama 30 detik, dan segera beri tahu perawat sekolah saat merasa sakit.

Anak-anak sekolah di Korsel telah menghadiri kelas online di rumah sejak 9 April. Dan setelah lebih dari satu bulan, mereka pun akan kembali ke sekolah, di mana untuk siswa SMA kelas dua dibuka kembali pada 27 Mei, dan pembukaan kembali secara bertahap ini akan selesai pada 8 Juni.

Berita Lainnya :

Kasus Virus Corona di Indonesia Per 20 Mei Nyaris 700 per Hari, Tertinggi Dalam Sepekan

Donald Trump 'Bangga' Amerika Serikat Catat Kasus Corona Terbanyak di Dunia: Itu Prestasi