Sekolah Gunakan Dana BOS untuk Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Dedy Priatmojo, Sherly (Tangerang) , Andrew Tito ,
·Bacaan 3 menit

VIVA – Sebanyak 85 sekolah di Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan PTM secara bertahap dan terbatas mulai Juli 2021.

Persiapan PTM yang dilakukan sekolah antara lain meliputi vaksinasi guru dan tenaga kependidikan serta penyediaan sarana dan prasarana sesuai dengan protokol kesehatan sekolah untuk menunjang pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19. Banyak sekolah yang memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka.

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 26 Jakarta termasuk dalam 85 sekolah di DKI Jakarta yang mulai melakukan uji coba PTM terbatas dan bertahap pada 7 April 2021. Kepala SMKN 26 Jakarta, Purwosusilo, menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan PTM seperti arahan pemerintah.

“Kita mengikuti ketentuan yang ada, baik peraturan menteri maupun dinas pendidikan, bahwa kita nanti rencana bulan Juli (mulai PTM). Kalau kondisi mudah-mudahan sudah baik, kita persiapkan baik infrastrukturnya maupun penjabarannya," katanya di Jakarta, Selasa (20 April 2021).

Persiapan PTM yang dilakukan SMKN 26 Jakarta antara lain meminta izin persetujuan orang tua untuk siswa yang mengikuti PTM, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan, menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan, dan pengaturan kapasitas ruang kelas yang hanya diisi 50 persen jumlah siswa.

Purwo menjelaskan, dalam mendukung persiapan PTM pihak sekolah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2021. Dana BOS digunakan untuk membuat tempat cuci tangan (wastafel), membeli hand sanitizer, disinfektan, alat pengukur suhu, hingga menyiapkan masker bagi siswa dan guru.

"Kita ikuti ketentuan dari Kemendikbud. Selama ini dana BOS cukup jika dikelola dengan skala prioritas. Artinya untuk pemeliharaan sarana, kita mengacu ke situ (Kemendikbud) dengan dana BOS. Nah, sekarang kita utamakan untuk penanganan Covid-19 menjelang proses pembelajaran tatap muka, dan sekarang pun sudah digunakan dana BOS itu. Setiap seminggu dua kali ruang kelas kita semprot disinfektan, itu biaya pakai dana BOS," katanya.

Sementara di Kabupaten Tangerang, meskipun belum menggelar uji coba PTM, beberapa sekolah telah menyatakan kesiapannya untuk PTM pada Juli 2021 mendatang. Kesiapan itu tergambar dari persiapan pihak sekolah dalam menyiapkan sarana pendukung PTM di masa pandemi serta vaksinasi guru dan tenaga kependidikan.

"Kalau ditanya, siap atau tidak, ya kita siap sekali. Apalagi di SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang sudah seluruh tenaga pendidik atau gurunya divaksinasi dengan total 52 orang. Lalu kita juga siap secara sarana dan prasarananya. Kita juga telah menyiapkan mekanisme yang nantinya akan dilakukan dalam proses pembelajaran tatap muka atau PTM," kata Kepala SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang, Heri Supriatna, Rabu, (21 April 2021).

Heri mengatakan, SMAN 18 Kabupaten Tangerang bahkan telah menyiapkan mekanisme PTM jika mulai diberlakukan pada Juli mendatang. Setidaknya ada dua skenario yang disiapkan untuk penjadwalan PTM, yaitu penjadwalan PTM yang dilakukan per angkatan dan yang diatur per gelombang.

"PTM per angkatan misalnya hari Senin khusus Kelas X, Selasa khusus kelas XI, dan Rabu khusus kelas XII, berikut seterusnya secara bergilir," ujar Heri.

Sementara untuk PTM yang diatur per gelombang, pihak sekolah akan menentukan jadwal siswa yang mengikuti PTM berdasarkan nomor urut siswa di sekolah.

"Namun dari itu semua, kita juga berkoordinasi, baik dari provinsi, daerah, hingga orang tua atau wali murid. Kita siapkan angket juga. Jadi nanti kita minta pendapatnya, setuju atau tidak soal pelaksanaan PTM ini," katanya.