Sekolah Jenjang SD hingga SMA di Kabupaten Bogor Mulai Belajar Tatap Muka

·Bacaan 2 menit
Sekolah jenjang SD hingga SMA mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan uji coba belajar mengajar tatap muka di sekolah, Senin (15/3/2021). Uji coba dilakukan di 170 sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Atis Tardiana mengatakan dari 200 sekolah yang mengajukan pembelajaran tatap muka (PTM), hanya 170 sekolah yang lolos verifikasi.

"Sekolah yang diuji coba dari semua jenjang, mulai SD, SMP, MA, MTS, SMK dan SMA," kata Atis.

Menurutnya, ada beberapa syarat untuk membuka kembali belajar tatap muka, yaitu kesiapan sarana dan prasarana protokol kesehatan, izin dari orang tua dan komite sekolah, kesiapan satuan pendidikan sesuai dengan daftar periksa, dan izin dari pemerintah daerah.

"Alhamdulillah, hari pertama uji coba belajar tatap muka berjalan lancar. Hasil pantauan, semua sekolah yang tercatat ikut PTM tertib protokol kesehatan," kata Atis.

Para siswa yang datang ke sekolah tampak antusias mengikut pembelajaran tatap muka, salah satunya di SMA Negeri 1 Citeureup.

Sejumlah siswa mengaku senang karena bisa pergi sekolah dan belajar secara offline setelah hampir satu tahun online.

"Terlihat mereka senang, mungkin karena merasa jenuh setahun belajar online," ujar Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Citeureup Endang Misbach.

Meski demikian, tidak semua murid di sekolah tersebut dapat belajar tatap muka di sekolah. Hal ini lantaran tidak diizinkan oleh orang tuanya. Dari 335 murid kelas XII, hanya 135 murid yang diizinkan orang tuanya untuk belajar tatap muka di sekolah.

"Karena untuk belajar tatap muka harus ada izin dari orang tua, jadi kita tidak bisa maksa," kata Endang.

Masih Ada yang Belajar Online

Selain itu, pada tahap uji coba ini pihak sekolah sementara waktu hanya memberlakukan belajar tatap muka bagi siswa kelas XII. Sedangkan siswa kelas X dan XI masih belajar online.

"Kita tidak ingin bertahap, tidak sekaligus. Sebetulnya ruang kelas cukup. Kan dari total murid yang ada belum tentu semua ikut PTM. Sekarang saja tiap kelas hanya diisi 15-18 siswa," terangnya.

Pola serupa juga dilakukan di SMK Negeri 1 Cibinong. Pihak sekolah hanya membuka belajar tatap muka bagi siswa kelas XII dan itu pun hanya mata pelajaran praktikum. Selebihnya masih dilakukan secara daring.

"Kita utamakan mereka masuk supaya ketika lulus mereka punya keahlian," kata Heri Hermawan, Wakil Kepala Sekolah urusan kurikulum SMKN 1 Cibinong.

Heri mengatakan, belajar tatap muka untuk siswa kelas X dan XI akan dilakukan sekitar bulan April, setelah selesainya uji kompetensi bagi murid kelas XII.

"Pengajuan itu sudah dapat izin. Nanti polanya akan sama seperti sekarang ini. Tiap ruang kelas jumlahnya dikurangi, diberlakukan shift dan jam belajarnya dikurangi,"pungkasnya. (Achmad Sudarno)3 Attachments

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: