Sekolah Respon SKB 4 Menteri: Siap Selenggarakan PTM Terbatas

Dedy Priatmojo, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 3 menit

VIVA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan memutuskan panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Keputusan yang tertuang dalam SKB 4 Menteri itu disambut sekolah dengan mulai melakukan persiapan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan bersiap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan digelar pada Juli 2021. Sejumlah persiapan mulai dilakukan sekolah untuk menyambut para siswa yang sudah setahun lebih ini belajar daring di masa pandemi.

"Kabupaten Tangerang khususnya Tangerang Raya memang berencana melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) pada Juli 2021," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Syaifullah di Tangerang, Kamis, 22 April 2021.

Untuk mekanisme awal pelaksanaan hanya 30 persen kapasitas siswa dari kapasitas normal. Lalu, akan dievaluasi seiring berjalannya waktu, jika kasus aktif COVID-19 menurun, maka akan ditingkatkan kapasitas siswa menjadi 50 persen.

Lebih lanjut, Syaifullah menjelaskan mekanisme PTM di sekolah akan menerapkan sistem ganjil-genap, seperti yang sudah direncanakan sebelumnya di tahun 2020. "Dimana ganjil-genap ini berdasarkan absensi, kalau yang ganjil masuk yang genap online, begitu juga sebaliknya," ujarnya.

Persiapan lainnya adalah dengan vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. Menurut Syaifullah, para guru sangat antusias menyambut pembelajaran tatap muka di sekolah. Mereka menyatakan telah siap untuk menyambut peserta didik di era normal baru seperti saat ini.

"Guru sangat siap, salah satunya dengan proses vaksinasi, dan saat ini sudah 60 persen guru divaksinasi, sisanya masih menunggu dosis lagi," kata Syaifullah.

Pihak Dinas Pendidikan juga telah memastikan kesiapan sekolah menyangkut sarana prasarana penunjang pembelajaran tatap muka di masa pandemi, dengan menyediakan fasilitas cuci tangan atau wastafel, alat pengukur suhu tubuh, disinfektan, masker dan lain sebagainya. Untuk anggarannya menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Dalam penggunaan dana bos ditengah pandemi ini, sesuai dengan Permendikbud tahun 2020, Dana BOS digunakan untuk Penanganan COVID-19 di sekolah minimal 50 persen, yang mana hal ini baik mencakup untuk sarpras (sarana dan prasarana) di semua sekolah, dan memang sejak tahun 2020 sudah disediakan anggarannya baik oleh BOS Reguler maupun BOS Daerah," paparnya

Terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang, Heri Supriatna memastikan penggunaan Dana BOS saat ini terfokus pada penyediaan fasilitas penunjang protokol kesehatan, mengingat saat ini di masa pandemi COVID-19. Kemudian, penyediaan sarana dan prasarana lainnya terkait dengan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi.

"Untuk penggunaan dana bos ini, kita tentu lebih meningkatkan soal bagaimana penyediaan fasilitas protokol kesehatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah agar tidak rusak, mengingat sekolah tidak digunakan sama sekali untuk kegiatan belajar mengajar," kata Heri

Sementara itu, Heri memastikan SMAN 18 Kabupaten Tangerang siap untuk menggelar pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 mendatang. Kesiapan itu tergambar dari persiapan pihak sekolah dalam menyiapkan sarana pendukung PTM di masa pandemi serta vaksinasi guru dan tenaga kependidikan.

"Kalau ditanya, siap atau tidak, ya kita siap sekali. Apalagi di SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang sudah seluruh tenaga pendidik atau gurunya divaksinasi dengan total 52 orang. Lalu kita juga siap secara sarana dan prasarananya. Kita juga telah menyiapkan mekanisme yang nantinya akan dilakukan dalam proses pembelajaran tatap muka atau PTM," ungkapnya