Sekolah Tatap Muka di Bekasi Belum Bisa Dipastikan Kapan Digelar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belum bisa memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, yang sedianya digelar awal Januari 2021. Hal ini menyusul kasus Covid-19 yang masih mengalami tren kenaikan.

Pemerintah daerah menegaskan tidak ingin mengambil risiko dengan tetap melaksanakan tatap muka, di saat penyebaran virus Corona masih sangat masif.

"Rencanannya Januari, tapi harus dilihat perkembangannya seperti apa. Jangan sampai keadaan tidak memungkinkan, kemudian dipaksakan jadi berdampak lebih buruk," kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja kepada awak media, Senin (4/1/2021).

Menurutnya, pemerintah daerah melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, telah berupaya maksimal dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Terutama dengan menggelar tes usap massal baik di kawasan industri maupun permukiman warga.

"Sudah beberapa kali swab massal yang tujuannya ingin menekan angka penyebaran virus. Tapi jumlah kasus ini kan selalu fluktuatif, kadang-kadang flat, tapi kadang juga kenaikannya di luar perkiraan," ujarnya.

Untuk itu Eka mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, khususnya saat beraktivitas di luar rumah. Kedisiplinan masyarakat diyakini dapat menekan angka penyebaran Covid-19, sehingga tatap muka bisa kembali digelar.

"Dengan masyarakat disiplin, penyebaran Covid-19 dapat ditekan, terkendali dan pembelajaran tatap muka pun bisa digelar," imbuhnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simulasi Tatap Muka

Sebelumnya, Pemkab Bekasi telah melaksanakan simulasi di sejumlah sekolah yang sedianya akan menggelar tatap muka. Sekolah yang mengajukan tatap muka wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk memberi kenyamanan dan keamanan selama proses belajar mengajar.

Segala persiapan teknis dan skema tatap muka pun sudah disiapkan jauh-jauh hari. Diantaranya menyediakan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh siswa sebelum masuk area sekolah, kapasitas kelas hanya 50 persen, dan siswa wajib diantar jemput oleh orangtua.

Saksikan video pilihan di bawah ini: