Sekolah Tatap Muka Dibuka 2021, Doni Monardo: Tak Harus Serempak

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Terhitung mulai Januari 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengizinkan pembukaan sekolah atau belajar tatap muka. Dengan demikian, sekolah tatap muka bisa dilakukan tanpa berdasarkan zona risiko COVID-19.

Namun, mengingat pandemi COVID-19 belum berakhir, kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka ini tidak harus dilakukan serentak sekabupaten kota.

Baca Juga: Waspadai Gejala Tak Umum COVID-19, Dari Kelelahan Hingga Diare

"Tapi bisa bertahap di tingkat kecamatan, kelurahan, desa, dengan tetap menekankan pada penekanan laju COVID-19. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat 20 November 2020.

Doni menambahkan, karena COVID-19 masih mengancam, diharapkan pemerintah daerah dapat mempertimbangkan secara matang sebelum memberikan izin pembelajaran tatap muka. Dan hal ini harus memerhatikan mekanisme pemberian izin dan daftar periksa yang telah ditentukan pemerintah pusat.

"Kami juga mengharapkan sebelum kegiatan ini dimulai, semua pihak harus bisa memahami betul SOP yang telah dibuat oleh Mendikbud, baik itu para pejabat di tingkat provinsi, kabupaten kota, para kepala dinas, dan juga orangtua harus mendapatkan informasi yang utuh," kata dia.

Termasuk, menurut Doni perlu dilakukan simulasi-simulasi sebelum sekolah tatap muka dimulai. Selain itu, dia juga mengimbau agar seluruh kepala daerah bisa menyelenggarakan penataran.

"Kita masih punya waktu satu bulan lebih dan diharapkan penataran ini, bisa menjadi bagian dari simulasi, agar semua aturan yang ada itu diketahui untuk dilakukan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Doni berharap, kerja sama para menteri dan juga pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten kota, serta pejabat-pejabat terkait, turut didukung oleh orangtua dan para pemerhati pendidikan, agar program ini bisa berjalan dengan baik.

"Manakala terdapat perkembangan yang menjurus kepada risiko keamanan terutama menyangkut masalah kesehatan, keamanan dan keselamatan, para murid dan juga guru mohon hal tersebut bisa dilakukan pemberhentian sementara sampai situasi menjadi lebih baik lagi," tutup Doni Monardo.

Saat ini, kasus COVID-19 masih tinggi. Untuk itu, patuhi selalu protokol kesehatan dan jangan lupa lakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan hingga Mencuci Tangan pakai sabun.

#satgascovid19
#cucitanganpakaisabun
#pakaimasker
#jagajarak
#ingatpesanibu